Liputan Berita Seni dan Budaya

Menengok Misteri Anak Kandung Kerajaan Kediri Prabu Airlangga

JOMBANG – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Mengingat di malam itu berkenan dengan Malam 1 Syuro, Jumat malam , hari Jumat tanggal 29/7/22, kita bergegas dari Kabupaten Sidoarjo menuju Desa Pucangan Kecamatan Kaboh Kabupaten Jombang Jawa timur, di mulai jam pukul 10.30 wib para tim kru berangkat ngalap berkah menuju makam petilasan Dewi Kilisuci serta makam pesarean Rogo Walisuci, makam pesareannya sangat berdimpitan serta wingit, pesarean tersebut dengan pengawasan dari Dinas Perhutani Kabupaten Mojokerto, lahan seluas 0,8 Ha,RPH Katemas .

“Masih dilingkup Desa Pucangan, di situ banyak makam petilasan dari Keluarga Kerajaan Kediri dengan Sang Raja Prabu Airlangga, termasuk Makam pesarean Dewi Kili Suci dan Rogo Walisuci konon masih anak kandung Prabu Airlangga yang diduga di buang dan di kucilkan oleh Sang Raja Prabu Airlangga. Menitik naik lebih ke lereng gunung ada Makam pesarean Eyang Wali Joyokuoso, , Eyang Dewi Sundari, Eyang Dewi Ambarsari masih ada lagi yang lain.

Setapak demi setapak tim kru kita dari Ponpes Shirothol Mustaqim mojokerto menaiki tangga yang terjal dan wingit, di situ kita temukan Guru besar Prabu Airlangga beliaunya adalah, Makam pesarean Eyang Saketi , makam pesarean Eyang Aguno , Makam pesarean Eyang Cerobo, ketiga Eyang tersebut konon masih Guru besar panutan Prabu Airlangga Raja Kerajaan Kediri.

“Menitik makam Eyang Saketi nama asli beliau dari Agama Hindu dulu dikenal sakti mandraguna. Ilmu yang di pegangnya titisan Dewa Siwa , Dewa Krisna dan Maha Patih Lembu Sekilan.

“Menitik makam Eyang Aguno nama asli beliau dari Agama Hindu dulu beliaunya dikenal sakti mandraguna juga mempunyai ilmu tingkat tinggi sosok eyang Aguno bisa masuk ke dalam lampu cahaya, ilmunya titisan dari Dewa Krisna dan Dewa Brontoseno juga Maha Patih Lembu Sekilan.

“Menitik makam Eyang Cerobo nama asli beliau dari Agama Hindu dulu beliaunya dikenal sakti mandraguna juga mempunyai sifat yang ceroboh atau melawan arus semasa hidup dalam penjajahan perang, maka dari itu nama beliau sangat pas dengan sosok diri nya semasa hidup dulu.

Di atas lereng gunung Desa Pucangan Kecamatan Kaboh itulah keluarga besar Kerajaan Kediri Prabu Airlangga bersemayam dan singgah terakhir, hingga para peziarah yang ngalap berkah kesana harus melewati jalanan hutan jati belantara , hampir 15 kilometer bila peziarah sowan ke makom tersebut untuk sampai kesitu, sholawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad Saw, sholawat dan salam pula buat leluhur yang mendahului kita, amin ya rabbal alamin.

Dari kru tim ponpes Shirothol Mustaqim Kabupaten Mojokerto selang selesai berziarah dan kirim doa,kru tim kembali sowan ziarah ke makam petilasan Dewi Kilisuci, guna untuk berkirim doa kepada sang Ahli Kubur, semua itu dilakukan tim kru hanya untuk mengalap berkah, dengan Panutan Menunggu Ridho Sang Ilahi Allah SWT.

Usut punya usut makam petilasan Dewi Kilisuci siapapun kita bila berziarah ke makam petilasan Dewi Kilisuci selalu doa kita terkabul dengan seizin Allah SWT pula. Sultan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top