Kronik polri

Wakapolda Kalteng Kunjungi Huma Betang Bintang Patendu Syaer Sua

KATINGAN – persbhayangkara.id KALIMANTAN TENGAH

Wakapolda Kalteng Brigjen Polisi Drs. Rikhwanto, S.H., M.Hum., didampingi para pejabat utama Polda Kalteng dan peserta gowes kemerdekaan Dwima mengunjungi Cagar Budaya Kalimantan Tengah yaitu Huma Betang Bintang Patendu Syaer Sua yang terletak di Desa Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan, Sabtu (3/8/2019) 16.30 WIB.

Kehadiran Wakapolda Kalteng disambut dengan hangat oleh Kapolres Katingan AKBP E. Dharma B. Ginting, S.H., S.I.K., M.H., bersama Ny. Syaer Sua dan tetua adat, serta para tokoh adat masyarakat dayak dan tokoh agama Desa Tumbang Manggu dan pejabat utama Polres Katingan.

Sebelum memasuki rumah adat huma betang Wakapolda Kalteng dan rombongan disambut dengat adat budaya penyambutan tamu kehormatan yaitu potong pantan dan tapung tawar serta tarian adat dayak.

Saat di huma betang dalam sambutannya Wakapolda Kalteng Brigjen Polisi Drs. Rikhwanto, S.H., M.Hum., mengatakan bahwa Huma Betang adalah contoh wujud nyata dari kehidupan berBhineka Tunggal Ika, karena mengandung filosofi hidup rukun bersama dalam perbedaan dan keanekaragaman, yaitu perbedaan agama, suku bangsa dan adat budaya.

“ Masyarakat Kalimantanterutama suku Dayak terkenal dengan sebutan insan Pancasila, karena kebhinekaannya teruji karena sangat menghormati suku lain dan semoga silaturahim ini akan terjalin dengan baik “ ucap Wakapolda Kalteng.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Mantan Karo Penmas Div Humas Polri menyempatkan berkeliling melihat bangunan dan keunikan huma betang Bintang Patendu Syaer Sua serta melihat asset budaya huma betang seperti, alat musik tradisional, senjata khas masyarakat dayak Kalimantan Tengah dan baju adat khas dayak seraya beramah tamah dengan keluarga pendiri huma betang Bintang Patendu Syaer Sua.

Ny. Syaer Sua pun menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Wakapolda Kalteng dan rombongan yang sudah berkenan mengunjungi cagar budaya yang merupakan asset dari adat dayak Kalimantan Tengah. (vay/Bakri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top