SIDOARJO – persbhayangkara.id JAWA TIMUR
Guyuran hujan deras yang membasahi halaman Mapolresta Sidoarjo pada Kamis (12/3/2026) tidak menyurutkan langkah ratusan personel gabungan. Di bawah rintik hujan, Polresta Sidoarjo tetap tegak melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026 guna memastikan kesiapan pengamanan arus mudik dan perayaan Idul Fitri 1447 H.
Apel ini menjadi simbol kesiapsiagaan lintas instansi. Selain personel Polri, kekuatan pengamanan diperkuat oleh jajaran TNI dari Denpom Sidoarjo, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Pemadam Kebakaran (Damkar), hingga organisasi kemasyarakatan seperti Banser Sidoarjo. Semuanya bersatu untuk menjamin kenyamanan masyarakat.
Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol. Christian Tobing, S.H., S.I.K., M.Si., M.H., yang memimpin langsung jalannya apel, menegaskan bahwa operasi ini bukan sekadar rutinitas tahunan. Menurutnya, Operasi Ketupat Semeru adalah bentuk nyata kehadiran negara dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat di tengah euforia lebaran.
“Momentum Idul Fitri harus kita maknai dengan menghadirkan pelayanan yang humanis. Kita hadir untuk membantu masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Jika mereka butuh pertolongan kepolisian, kita harus siap sedia,” tegas Kombes Pol. Christian Tobing.
Dalam arahannya, Kapolresta menginstruksikan seluruh personel untuk mengaktifkan fungsi Posko Pelayanan Terpadu Ramadhan yang tersebar di berbagai titik strategis Sidoarjo. Posko ini diharapkan menjadi pusat bantuan bagi pemudik, mulai dari penyediaan informasi rute, tempat istirahat, hingga penanganan darurat di lapangan.
Kombes Pol. Christian Tobing juga mengingatkan agar faktor cuaca tidak menjadi hambatan dalam menjalankan tugas. Beliau menekankan bahwa semangat anggota tidak boleh luntur meskipun kondisi alam kurang bersahabat. Kehadiran petugas di jalan harus tetap mampu menciptakan arus lalu lintas yang lancar, aman, dan kondusif bagi para pemudik.
Melalui Operasi Ketupat Semeru 2026, Polresta Sidoarjo berkomitmen menjalin sinergi kuat dengan TNI dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Fokus utama operasi kali ini mencakup aspek keamanan untuk menekan angka kriminalitas di pemukiman yang ditinggal mudik, menjaga ketertiban ibadah, serta mengurai potensi kemacetan di jalur utama mudik dan balik.
Dengan kesiapan personel yang tetap tangguh meski di bawah guyuran hujan, diharapkan masyarakat Sidoarjo dan para pemudik dapat merayakan hari kemenangan dengan aman, nyaman, dan berkesan. Sult