JAMBI. – PERSBHAYANGKARA.ID
Kepolisian Daerah (Polda) Jambi angkat suara dan mengeluarkan imbauan tegas agar tidak ada lagi praktik kekerasan di lingkungan pendidikan. Seruan ini disampaikan menyusul viralnya insiden kekerasan di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur yang menyita perhatian publik dan memicu keprihatinan di kalangan masyarakat.
Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menegaskan bahwa sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik, bukan ruang yang menimbulkan rasa takut atau trauma pada Sabtu 17 Januari 2026.
“Lingkungan pendidikan harus terbebas dari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikis, termasuk perundungan. Kekerasan tidak hanya melukai secara fisik, tetapi juga berdampak panjang terhadap kondisi psikologis dan masa depan anak,” tegas Erlan Munaji.
Penegasan tersebut sejalan dengan langkah Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Chandra yang menggencarkan kampanye “Stop Kekerasan di Lingkungan Pendidikan”. Kampanye ini dikemas secara edukatif dan menyasar seluruh elemen sekolah, mulai dari tenaga pendidik, siswa, hingga orang tua.
Melalui kampanye tersebut, Polres Tanjab Timur mengajak masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya saling menghormati, menanamkan nilai sopan santun, serta menyelesaikan persoalan di sekolah tanpa kekerasan.
“Sekolah bukan tempat untuk menebar ketakutan. Sekolah adalah ruang pembelajaran yang aman, nyaman, dan melindungi setiap peserta didik. Nilai hormat, patuh, dan santun harus tercermin dalam perkataan maupun perbuatan,” ujar Erlan.
Kabid Humas Polda Jambi juga menjelaskan bahwa kampanye ini digencarkan sebagai respons atas masih maraknya kasus kekerasan di dunia pendidikan, yang kembali mencuat setelah beredarnya video bentrokan antara seorang guru dan sejumlah siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur di media sosial.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kekerasan di sekolah dapat muncul dalam berbagai bentuk—mulai dari kekerasan fisik, tekanan psikis, hingga perundungan—dengan dampak serius terhadap mental, prestasi belajar, dan perkembangan karakter peserta didik.
Untuk itu, Polda Jambi mengajak pemerintah daerah, pihak sekolah, orang tua, serta seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam mencegah kekerasan di satuan pendidikan. Edukasi tentang etika, sopan santun, dan perilaku saling menghargai dinilai perlu terus ditanamkan sejak dini.
“Polri bersama pemerintah daerah berkomitmen mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak, menjunjung tinggi hak-hak siswa, serta bebas dari segala bentuk kekerasan,” pungkas Erlan Munaji.
(Hermanto)