Liputan Lintas Nasional

Merawat Tradisi, Menjaga Silaturahmi: Halalbihalal Jama’ah Yasin Masjid An-Nur Jati Baru

LAMPUNG SELATAN – PERSBHAYANGKARA.ID

Nuansa Idulfitri 1447 Hijriah masih terasa kental di Desa Jati Baru, Kecamatan Tanjung Bintang. Sebagai momentum pembuka kegiatan pasca-Ramadan, Jama’ah Yasinan Masjid An-Nur kembali menggelar pertemuan perdana sekaligus acara Halalbihalal yang berlangsung khidmat pada Kamis malam.

Bertempat di kediaman Bapak H. Munazah, acara ini bukan sekadar rutinitas mingguan biasa. Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi wadah penting untuk merawat ingatan kolektif tentang asal-usul serta menjaga jalinan persaudaraan lintas generasi yang telah diwariskan oleh para leluhur desa hingga saat ini.

Kegiatan yang dikomandoi oleh Ustadz Surono selaku Ketua, didampingi Ustadz Rahman Hudi sebagai Sekretaris dan Ustadz Sugiyatno sebagai Bendahara, diikuti oleh sekitar 55 jamaah aktif. Kehadiran perwakilan media persbhayangkara.id yang juga merupakan bagian dari anggota jamaah menambah kehangatan suasana malam tersebut.

Sebelumnya, kelompok Yasinan Ibu-ibu Masjid An-Nur telah lebih dahulu memulai aktivitas serupa pada Selasa malam. Hal ini menandakan semangat spiritualitas masyarakat Jati Baru kembali berdenyut kencang setelah sebulan penuh menunaikan ibadah puasa di bulan suci.

Puncak acara diisi dengan tausiyah mendalam oleh Ustadz H. Dwi Sumarno, M.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa Halalbihalal adalah sarana untuk melapangkan hati dari segala dinamika kehidupan selama setahun terakhir. Beliau membedah makna filosofis di balik tradisi “Kupat” yang mengandung empat pilar utama bagi umat Muslim dalam berinteraksi.

Makna tersebut meliputi “Lebaran” yang menandakan usainya waktu puasa, “Luberan” sebagai simbol melimpahnya maaf dan sedekah, “Leburan” sebagai momen meleburnya dosa antar sesama, serta “Laburan” yang melambangkan kembalinya hati menjadi putih bersih layaknya kapur.

Ustadz H. Dwi Sumarno menegaskan bahwa esensi Idulfitri tidak boleh berhenti pada hari raya saja. Hal yang paling utama adalah meningkatkan hubungan silaturahmi dan mempererat kembali kebersamaan dalam kegiatan yasinan berjamaah, serta menyempurnakan ibadah dengan puasa sunah Syawal selama enam hari.

Melalui kegiatan ini, Jama’ah Masjid An-Nur membuktikan bahwa tradisi lokal dan nilai religius dapat berjalan beriringan dengan harmonis. Para jamaah yang hadir tidak hanya datang untuk saling berjabat tangan, tetapi juga untuk memastikan bahwa tongkat estafet silaturahmi yang diwariskan para pendahulu tetap terjaga kokoh. Acara diakhiri dengan doa bersama dan ramah tamah yang mempertegas ikatan persaudaraan warga Desa Jati Baru.

Published : Hermanto

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Paling Populer dalam 30 hari

To Top