ACEH – PERSBHAYANGKARA.ID
Atlet kickboxing asal Kabupaten Probolinggo, Novita Dwi Darmayanti, berhasil meraih medali perunggu dalam kategori Lowkick 48 kg pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.
Meskipun berada di peringkat ketiga setelah kalah dari atlet DKI Jakarta yang merupakan peserta Sea Games, prestasi ini tetap menunjukkan kemampuan dan dedikasinya.
Prestasi Novita disambut dengan antusias oleh berbagai pihak. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, serta Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Probolinggo, Zainul Hasan, hadir langsung untuk memberikan dukungan.
Zainul Hasan mengungkapkan rasa bangganya terhadap pencapaian Novita, mengingat tingkat persaingan yang sangat ketat di PON kali ini. “Walau hanya medali perunggu, pencapaian ini sudah sangat signifikan. KONI Jawa Timur menargetkan dua medali emas, dan kontribusi Novita sangat berarti meskipun dia bersaing melawan atlet berpengalaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hasan berharap prestasi ini dapat memotivasi atlet kickboxing lainnya di Kabupaten Probolinggo. “Kami ingin pencapaian ini menjadi titik awal kebangkitan kickboxing di daerah kami,” tambahnya.

Heri Mulyadi juga memberikan apresiasi atas prestasi Novita dan menegaskan kebanggaan pemerintah daerah. “Kami bangga pada atlet-atlet asal Probolinggo yang mampu berprestasi di tingkat nasional. Ini membuktikan bahwa mereka memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat provinsi dan internasional,” katanya.
Ia berharap Novita dapat menjaga dan meningkatkan prestasinya. “Kami berharap prestasi ini mendorong para atlet untuk lebih baik di event-event mendatang, baik di tingkat provinsi, nasional, maupun ASEAN,” terangnya.
Heri menekankan pentingnya sinergi antara KONI dan Pemerintah Kabupaten Probolinggo dalam mengembangkan bibit-bibit atlet baru di berbagai cabang olahraga. “Harapan kami, kolaborasi ini dapat menciptakan atlet muda yang profesional dan berprestasi,” pungkasnya.
Dengan pencapaian ini, Novita tidak hanya membawa pulang medali perunggu untuk kontingen Jawa Timur, tetapi juga memberikan kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Probolinggo.
Prestasinya diharapkan menjadi inspirasi bagi atlet muda untuk terus berlatih dan berkompetisi di ajang olahraga yang lebih tinggi.
IDA Y
