DOBO, KEPULAUAN ARU – persbhayangkara.id MALUKU
Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kabupaten Kepulauan Aru menunjukkan aksi kemanusiaan cepat tanggap dengan mengevakuasi seorang anak buah kapal (ABK) yang sakit parah dan terlantar di Dobo. Identitas dan asal usul pasti pria bernama Hamsa alias Talengko ini masih menjadi teka-teki, mendorong KKSS untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak terkait.
Hamsa, yang diketahui merantau dan bekerja sebagai ABK kapal nelayan, terpaksa beristirahat total akibat kondisi kesehatannya yang terus menurun. Selama masa sakitnya, ia ditampung dan dirawat di rumah seorang warga, Ibu Daeng Naba.
Ibu Daeng Naba, yang merasa kewalahan karena suaminya sedang melaut, akhirnya melaporkan kondisi Hamsa yang lemah dan membutuhkan penanganan medis segera kepada pengurus KKSS Kepulauan Aru.
Mendapat laporan tersebut, Ketua KKSS IPTU (P) Fajar Yasir dan Sekretaris KKSS Irsam, S.Pd., langsung bergerak cepat. Keduanya segera membawa Hamsa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cendrawasih Dobo.
Fajar Yasir menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah keselamatan jiwa Hamsa.
“Kita menemukan dia dalam kondisi lemah dan sakit, jadi prioritas pertama adalah bawa ke rumah sakit,” ujar Fajar Yasir dalam keterangannya kepada awak media. “Soal asal usulnya, kita akan teliti lebih lanjut bersama instansi terkait agar bisa menemukan keluarga atau asalnya yang sebenarnya.”
Saat ini, Hamsa berada dalam pemantauan intensif tim medis di RSUD Cendrawasih Dobo untuk mendapatkan perawatan yang optimal.
Masalah asal usul Hamsa menjadi sorotan karena adanya perbedaan keterangan. Saat ditemukan, pria tersebut mengaku berasal dari Sinjai, Sulawesi Selatan. Namun, warga di Sinjai justru menyatakan bahwa Hamsa sebenarnya berasal dari Selayar.
Untuk menguak misteri ini, KKSS Kepulauan Aru tidak tinggal diam. Mereka kini tengah berupaya keras untuk menghubungi perwakilan atau warga dari kedua kabupaten, Sinjai dan Selayar, demi memastikan identitas asli Hamsa dan mencari keberadaan keluarganya.
Aksi cepat tanggap KKSS Kepulauan Aru ini menuai apresiasi sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian perantau Sulawesi Selatan di tanah perantauan. ANDI S