Liputan Seputar Dunia Pendidikan

Sosialisasi Pembuatan Eco Enzyme dan Pengolahan Sampah Organik di SMPN 44 Surabaya

SURABAYA – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Dalam lomba Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2021 yang diadakan oleh Tunas Hijau, sekolah SMPN 44 Surabaya mengikutsertakan Gabriela Kartika Ratnasari, untuk mengajukan suatu proyek yang berkaitan dengan permasalahan lingkungan hidup yang ada dan sering terjadi, dan proyek yang diambil ECO ENZYME.

Salah satu program kerja yang dilaksanakan pada hari Kamis, 26 Agusutus 2021 yaitu memberikan sosialisasi dan praktek langsung pembuatan eco enzyme bersama mahasiswa Kampus Mengajar UNESA dan seluruh warga sekolah SMPN 44 Surabaya.

Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala Sekolah (Kepsek) SMPN 44 Surabaya, Sri Widowati, kemudian dilanjut dengan sosialisasi Eco Enzyme oleh Gabriela selaku Peserta Putri Lingkungan Hidup 2021, yang menjelaskan tujuan diciptakannnya Eco Enzyme adalah unruk menyelamatkan bumi dan mengurangi sampah organik di lingkungan kita.

Sedangkan manfaat dari eco enzyme adalah bermacam-macam, di antaranya sebagai pembersih lantai, pembasmi serangga, pembasmi hama, pupuk tanaman, dan lain-lain.

Acara yang ditungu-tunggu adalah praktek langsung pembuatan Eco Enzyme bersama mahasiswa kampus mengajar Unesa dan para guru terjun langsung mengikuti arahan dari Gabriela Kartika Ratnasari.

“Pembuatannya berupa fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula merah, atau gula aren, atau molase / tetes tebu), dan air yang menghasilkan kandungan disinfektan karena adanya alkohol atau senyawa kimia asam dalam fermentasi tersebut,” jelas Gabriela. Kamis, (26/8/2021).

Dalam mengolahnya perlu adanya perbandingan, yaitu limbah organik : gula / molase : air adalah 3 : 1 : 10. Dan lama pembuatan Eco Enzyme hingga panennya adalah 3 bulan untuk wilayah tropis, dan 6 bulan untuk wilayah sub-tropis. Adapun ciri-cirinya, warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam segar yang kuat.

“Dalam proyek pembuatan eco enzym ini produk yang dihasilkan yaitu hand sanitizer, masker wajah, pembersih rumah tangga (pembersih kerak kamar mandi, pembersih lantai, mencuci peralatan makan dan dapur, mencuci pakaian), disinfektan, pengharum ruangan, pengusir hama dan serangga (tikus, kecoa, semut), dan pupuk organik,” paparnya.

Adanya sosialisasi ini, SMPN 44 Surabaya ingin mengenalkan jika penggunaan sebutan “sampah organik” kini diganti menjadi “sisa organik”. Karena sebenarnya sisa organik tersebut memiliki segudang manfaat jika kita mampu mengolahnya dengan benar, misalnya dijadikan sebagai pupuk kompos atau dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan Eco Enzyme.

Kegiatan kali ini mendapat respon yang sangat baik dari para guru dan mahasiswa Kampus Mengajar Unesa. Sri Widowati berharap, agar nantinya mereka dapat meneruskan apa yang telah diberikan oleh Peserta Putri Lingkungan Hidup (LH) 2021.

“Sehingga warga sekolah dan mahasiswa dapat mengolah sisa organik dengan baik dan menghasilkan produk baru yang memiliki banyak manfaat sehingga sisa organik itu tidak terbuang begitu saja dan menimbulkan bau yang tidak sedap,” ucap Widowati.

Selain itu, Sri Widowati juga berharap, mahasiswa kampus mengajar Unesa juga mendapatkan ilmu serta pengalaman baru terhadap pengolahan sampah organik dan dapat diterapkan di kehidupan sehari-hari di SMPN 44 Surabaya. (ari)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top