Liputan Seputar Dunia Pendidikan

Akhirnya Siswa Diperbolehkan Masuk Sekolah Namun dengan Berbagai Syarat

Kepala Disdikpora Trenggalek, Totok Rudijanto

TRENGGALEK – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Masa pandemi virus corona memang membatasi semua sendi-sendi kehidupan manusia, tak terkecuali dengan dunia pendidikan. Semua harus mentaati aturan yang diterapkan oleh Pemerintah.

Mulai dari mencuci tangan, memakai masker, hingga menghindari kerumunan. Atau menerapkan protokol kesehatan dengan istilah 5M. Demi memutus mata rantai penyebaran virus corona.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Totok Rudijanto, saat ditemui di kantornya, Kamis (3/6/2021) mengatakan, dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Trenggalek, maka pelaksanaan ujian sekolah akhir tahun diperbolehkan.

“SKB (Surat Keputusan Bersama) empat menteri menyampaikan bahwa untuk pembelajaran tatap muka bisa dilakukan sesuai dengan kewenangan daerah,” katanya.

Disampaikan olehnya, bahwa untuk pembelajaran tatap muka secara keseluruhan harus mengacu visitasi kemenkes, harus terpenuhi protokol kesehatan. Jumlah siswa dibatasi maksimal 50%, untuk SD sebanyak 14 orang, dan untuk SMP sebanyak 16 orang. Dan tempat duduk siswa harus diberi jarak atau batas.

Tanggal 6 Maret 2021 kemarin, pelaksanaan tatap muka secara keseluruhan selama satu minggu, khusus untuk siswa SD kelas 6 dan siswa SMP kelas 9.

Pada tanggal 31 Mei 2021, siswa kelas 1 sampai dengan kelas 5, serta siswa kelas 7 dan kelas 8, melaksanakan pembelajaran tatap muka juga selama satu minggu.

Namun, pengajuan permohonan rekomendasi pembelajaran tatap muka secara keseluruhan, belum mendapatkan ijin rekomendasi dari Satgas Covid-19 Kabupaten.

“Disetujui oleh Satgas adalah pelaksanaan ujian sekolah akhir tahun, dimulai dari tanggal 3 Juni, hingga tanggal 7 Juni,” imbuhnya.

Pelaksanaan ujian sekolah akhir tahun pun dibatasi dengan berbagai persyaratan, diantaranya pelaksanaannya harus bertahap. Untuk siswa SMP kelas 7, masuk pagi dimulai pukul 7 dan berakhir pukul 10 pagi. Jumlah siswa tidak banyak, tidak ada jam istirahat, dan setelah selesai mengikuti ujian sekolah akhir tahun, siswa harus segera pulang.

Dilanjutkan keterangannya, Menteri Pendidikan mengisyaratkan bulan Juli 2021, pembelajaran tatap muka memang sudah harus diwajibkan. Namun, bertahap dan terbatas.

Tergantung daerah serta harus ada rekomendasi dari gugus tugas,” pungkasnya.

(bud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top