Ragam Peristiwa

Dalam Satu Hari, Dua Orang Bunuh Diri Terjadi di Lamongan

LAMONGAN – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Dalam satu hari dua kejadian bunuh diri terjadi di Kabupaten Lamongan, tepatnya Senin (31/5/2021). Peristiwa pertama di Desa Sidobangun Kecamatan Kedungpring dan kejadian kedua di Pengumbulanadi Kecamatan Tikung.

Untuk peristiwa pertama, seorang Laki-laki bernama KM (50) warga Sidobangun Kec. Kedungpring ditemukan tewas tergantung dibelakang pojok rumah tetangganya. Korban diketahui pertama kali oleh istrinya sendiri MZ, kemudian dilaporkan ke Polsek Kedungpring yang tiba di TKP bersama anggota Koramil, langsung melakukan olah TKP dan menurunkan korban di saksikan keluarganya.

Korban nekad mengakhiri hidupnya dengan cara tragis, disebut gara-gara tidak sanggup menanggung utang yang membelitnya.Penyebab tersebut dipastikan dengan surat yang ditinggalkan korban, ditujukan kepada istrinya, MZ.

Istriku kupenuhi janjiku seperti apa yang kau inginkan. Utange sauri Yo dik, iku tok jalukanku (Utangnya bayar ya dik, hanya itu saja permintaanku). Dalam amplop berisi surat yang ditulis tangan oleh korban itu juga ada uang Rp 455 ribu.

Sementara, di Pengumbulanadi Kecamatan Tikung. KM (50) ditemukan sudah tidak bernyawa dengan tergantung pada sarung dan larangan karet di dalam sawah milik warga desa yang sama dengan gudang korban.

“Saksi MK (55) sewaktu mau masuk gudang mengambil sepet (alat semprot hama) melihat kaki orang tergantung di balok kuda-kuda dalam gudang,” kata Kasubag Humas Polres Lamongan, Iptu Estu kwindardi pada wartawan, Senin 31/5/2021.

Begitu melihat kaki menggantung itu, saksi tidak jadi masuk gudang dan berteriak memanggil temannya untuk bersama-sama melihat korban.

Kedua saksi, melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa setempat yang selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tikung.

“Jarak kaki korban dengan tanah lebih kurang 60 cm. Terdapat bekas jeratan pada leher atas korban dan pada tubuh korban tidak ditemukan luka tanda-tanda kekerasan ataupun luka,” ungkap Estu

Selajutnya keluarga korban keberatan untuk dilakukan autopsi yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai.(Ang)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top