Kronik polri

Lakukan Mediasi Satu Unit Kendaraan Milik Desa yang Disita Warga, Kapolsek KKB: Saya Hanya Menjalankan Tugas

MALUKU TTENGGARA – persbhayangkara.id MALUKU

Satu unit kendaraan L 300 yang disita warga, akhirnya dikembalikan atas mediasi dari Kapolsek Kei Kecil Barat (KKB), pada Selasa (5/1)

Sedianya kendaraan yang disita ini, dikarenkan warga yang merasa sangat dirugikan akibat dari penyelewengan jabatan yang dilakukan oleh Ketua BSO Desa Ohoiren,`Ardianus Frahwowan, yang dalam hal ini melakukan rangkap tugas (Tugas ganda_Red)

Kepada Media ini Kapolsek KKB,`IPDA Frangky Tethool S.E, menyampaikan hal tersebut dilakukanya, atas dasar tugas dan tanggung jawab yang diembankan,

Serta melihat kondisi warga yang sangat memprihatinkan, karena harus menggunakan transportasi lainya untuk bepergian ke Kota, yang menempuh jarak kurang lebih 40 KM

Adapun kronologis dari kejadian penyitaan barang tersebut, dilakukan oleh `Rikhardus Pencahayaan, dengan keberadaanya sebagai Wakil Ketua Badan Saniri Ohoi / Desa (BSO), tepatnya pada Senin, (28/12/2020)

“Kendraan yang disita ini, adalah kendaraan milik BUMO, yang keeharianya digunakan untuk memobilisasi warga, dari Desa setempat menuju ke Kota Langgur, Kecamatan Kei Kecil, Kab. Maluku Tenggara,”Kata Tethool saat di hub Via Telpon tadi sore, sekitar Pukul 14.20 WIT Oleh Persbhayngkara.id

Tethool juga menyampiakan, warga yang nekad melakukan itu, kesal dengan prilku dari Ketua BSO, yang sama sekali tidak menghargai rekan-rekan BSO lainya, yang berada di Desa tersebut, sehingga atas dasar inilah warga sekaligus Wakil dari BSO melakukan tindakan yang dianggap menggangu stabilitas umum dari warga setempat.

“pada hari ini, saya langsung datang dan melakukan mediasi dengan para perangkat Desa lainya untuk bisa melepas kendaraan yang sehari-harinya, mereka gunakan untuk pulang pergi dari Desa ke Kota, untuk berjualan hasil kebun yang sudah disiapkan,”Sambungnya

“dan setelah dilakukan mediasi, akhirnya merekapun mau untuk melepaskan kendaraan yang di sita atau disasi itu,”ungkap orang yang pernah bertugs di KPPP Pelabuhan Yosudarso Tual.

Selain itu warga yang merasa sudah tidak diabaikan lagi, menuntut agar jika mobil kembali berjalan, agar di kendarai oleh orang yang ditunjuk atau disepakati oleh para warga, lewat musyawarah yang nantinya mereka lakukan dalam waktu dekat.

Publish by : (Jhon)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top