Kronik polri

Waka Polda Bali Tinjau Kebakaran Hutan 12.97 Hektare di Kawasan TNBB

BULELENG – persbhayangkara.id BALI

Hutan seluas 12,97 Hektare terbakar di kawasan Taman Nasional Bali Barat ( TNBB) pada Minggu ( 4/8) sekitar Pukul 14.00 Wita. Hal ini mendapat perhatian khusus dari Waka Polda Bali Brigjen Pol, Drs. Wayan Sunarta .

Terbukti, pada Selasa (6/8) Waka Polda Bali Wayan Sunarta, usai membuka pendidikan siswa Polri Tahun Anggaran (TA) 2019 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Singaraja, secara sigap langsung meluncur ke TNBB guna melakukan pengecekan lokasi kebakaran hutan yang terjadi dikawasan hutan tersebut, dengan didampingi Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.I.,K, M.H, dan Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Widana, S.H bersama Staf Pemerintahan Desa Pejarakan, Petugas Kehutanan Seksi 3 TNBB serta Manajer Hotel Pelataran Menjangan Arief.

Saat pengecekan lokasi kebakaran yang dilakukan Waka Polda Bali, mobil Ammored Water Cannon (AWC) Polres Buleleng yang dikenal sebagai
“Sahabat Masyarakat “ karena selalu membantu menyuplai air bersih kepada warga masyarakat yang krisis air bersih, juga tampak hadir membantu memadamkan bara api yang masih tersisa.

Kehadiran AWC dilokasi kebakaran untuk membantu sepenuhnya terhadap pemadaman api yang telah membakar beberapa kawasan hutan bersama dengan Damkar Kabupaten Buleleng.

Waka Polda Bali Brigjen Pol, Drs. Wayan Sunarta didampingi Kapolres Buleleng AKBP Suratno, S.I.,K, M.H, dan Kapolsek Gerokgak Kompol I Made Widana, S.H bersama Staf Pemerintahan Desa Pejarakan, Petugas Kehutanan Seksi 3 TNBB serta Manajer Hotel Pelataran Menjangan Arief saat dilokasi kebakaran.

Pada kesempatan tersebut, Waka Polda Bali menyampaikan agar jajaran Polres Buleleng terutama Polsek Gerokgak senantiasa ikut memetakan titik-titik rawan kebakaran hutan di musim kemarau panjang.

Terutama dikawasan hutan lindung, serta ikut mencegah dan mengantisipasi terjadinya kebakaran, baik dengan cara memasang spanduk himbauan maupun melakukan penggalangan kepada masyarakat sekitar. “Tidak kalah penting, juga melakukan koordinasi antar pihak untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran,” ucap tegas Wayan Sunarta.

Sementara itu, Kelian Banjar Dinas Pejarakan Wayan Nama menyampaikan kebakaran hutan di kawasan TNBB memang seringkali terjadi di musim kemarau panjang.

Mengingat kawasan hutan yang tandus, terdiri dari semak-semak, alang-alang serta dedaunan kering yg gugur,”Sangat mudah terbakar api, selain itu juga ada semak kerasi yg apabila bergesekan secara terus menerus dengan sendirinya bisa mengeluarkan api dan menjadi sumber titik api pemicu kebakaran” tandasnya. (GS)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top