JAMBI – PERSBHAYANGKARA.ID
Satreskrim Polresta Jambi yang di back up Resmob Polda Jambi berhasil mengamankan belasan pemuda sebanyak 12 remaja yang merupakan anggota geng motor ditangkap aparat Polresta Jambi.
Kapolresta Jambi Kombes Pol Dover Christian SIK MH melalui Wakapolresta AKBP Ruli Andi Yunianto membenarkan atas penangkapan belasan pemuda yang diduga komplotan Gank motor.
Polisi menyita senjata tajam, seperti celurit, parang, pedang, dan linggis, dari tangan belasan remaja tersebut.
“Mereka yang diamankan ini kebanyakan identitas sebagai pelajar, tetapi ada pula yang tidak bekerja. Mereka ini juga diamankan saat sedang berkumpul di waktu yang sudah larut malam saat tim sedang melaksanakan patroli,” kata pejabat Humas Polresta Jambi, Ipda Jefri Simamora, Sabtu (7/11/2020).
Para komplotan yang diduga Gank motor masing-masing berinisial Z (16), RE (17), MR (15), MI (16), MA (16), H (16), MN (17), BAS (17), I (17), R (17), D (16), dan A (20). Mereka merupakan warga Kota Jambi, hanya satu orang yang tercatat sebagai warga Bayung Lencir, Sumatera Selatan (Sumsel).
Para kelompok geng motor ini pasrah tak berdaya ketika dibekuk Tim Serigala Polresta Jambi. Jefri menyampaikan pihaknya memang telah mengincar geng motor ini karena banyaknya laporan dari masyarakat yang resah.
Jefri menuturkan polisi akan terus melakukan patroli di titik-titik kumpul geng motor untuk mencegah terjadinya tindak kriminal.
“Dari semua barang bukti yang kita amankan dari mereka ini, total ada berupa 4 buah parang panjang, 1 buah linggis, lalu celurit, dan ada pula 1 buah petasan serta 6 unit motor yang mereka bawa,” ujar Jefri.
Hingga kini 12 remaja yang diduga sebagai komplotan geng motor itu telah dibawa ke Mapolda Jambi. Polisi juga masih melakukan pemeriksaan kepada mereka untuk segera diproses karena membawa senjata tajam.
Aksi kebrutal dan sadis para geng motor di Kota Jambi pernah terjadi pada beberapa waktu lalu. Komplotan geng motor itu melakukan aksi kekerasan dengan menyerang warga tanpa sebab. Bahkan aksi mereka pernah terekam di CCTV hingga viral di media sosial.
(*/Dd)
