Liputan Berita Pemberantasan Narkoba ( Polri & BNN )

Tiga Pengedar Narkotika Dibekuk Satresnarkoba Polresta Sidoarjo

SIDOARJO – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Satresnarkoba Polresta Sidoarjo kembali sukses mengungkap dan membongkar sindikat jaringan pengedar narkoba di wilayah Kabupaten Sidoarjo ini,sesuai laporan Polisi nomor Satresnarkoba, waktu kejadian Hari Senin, tanggal 31 Oktober 2022, sekira pukul 06.15 WIB, TKP didalam rumah Desa Kedungsukodani Kecamatan Balongbendo, lanjut pengembangan di Dusun Kedung Palang Deaa Lakardowo Kecamatan Jetis Kabupaten Mojokerto.

“Diketahui tersangka berinisial,AH , laki laki, umur 35 tahun, warga Desa Kedungsukodani Kecamatan Balongbendo, ANS, laki laki, 21 tahun, warga Desa Perning Jetis – Mojokerto, SH, laki laki, 36 tahun,warga Dusun Kedungpalang, Desa Lakardowo, Kabupaten Mojokerto.

Barang siapa melakukan tindak Pidana Permufakatan jahat untuk tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi parantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dan memiliki, menyimpan, menguasai/ menyediakan narkotika golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 (lima) Gram, melanggar Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Jo. Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika

“Kini ketiga tersakiti tersebut terancam hukuman, untuk Pasal 114 ayat (2) pidana mati, pidana penjara seumur hidup/ pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda maksimum Rp.10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah) ditambah 1/3 (sepertiga).

Berdalih modus operandi para tersangka tersebut, AH bersama-sama dengan ANS dan SH telah melakukan tindak pidana Permufakatan jahat untuk menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I dan atau memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman yang beratnya melebihi 5 Gram (jenis sabu).

Uraian kejadian dan tertangkapnya para pelaku, pada suatu hari dan tanggal tersebut di atas di dalam rumah Desa Kedung Sukodani Balongbendo, anggota Satresnarkoba Polresta Sidoarjo telah melakukan penangkapan terhadap AH yang telah menyalahgunakan narkotika jenis sabu juga ditemukan barang bukti berupa pipet kaca isi narkotika jenis sabu sisa pakai berat + 1,70 gram dan seperangkat alat hisap sabu.

Lalu anggota polisi melakukan interogasi ke AH mengaku bahwa barang narkotika jenis sabu hasil membeli secara ‘patungan’ dengan ANS yang kemudian dikonsumsi bersama-sama, selanjutnya dilakukan pengembangan penyidikan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap ANS dan ditemukan barang bukti berupa 1 buah HP VIVO yang dipakai sebagai alat komunikasi pembelian, saat dilakukan interogasi ke ANS ia mengaku bahwa barang narkotika jenis sabu tersebut adalah hasil membeli secara ‘patungan’ kepada SH,lanjut dilakukan pengembangan penyidikan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap SH didalam rumah Desa Kedung Palang Lakardowo Mojokerto, berikut ditemukan barang bukti berupa 2 bungkus plastic berisi narkotika jenis sabu masing-masing plastic berat 87,55 gram dan 3,30 gram, adapun barang bukti tersebut SH mengaku milik dari MAS (DPO) dan SH berperan sebagai kurir/perantara,lanjut ketiga tersangka berikut barang bukti dibawa ke Polresta Sidoarjo guna proses penyidikan lebih lanjut.

Segenap barang bukti yang diamankan petugas kepolisian, 1 buah pipet kaca berisi narkotika jenis sabu sisa pakai berat bruto ± 1,70 Gram, seperangkat alat hisap sabu,1 buah HP Samsung
(Disita dari Tersangka AH),1 buah HP VIVO, 1 Unit R2 Suzuki Shogun
(Disita dari Tersangka ANS),2 bungkus plastic berisi narkotika jenis sabu masing-masing berat bruto ± 87,55 Gram dan + 3,30 Gram,1 buah pipet kaca berisi narkotika jenis sabu sisa pakai berat bruto ± 1,66 Gram,1 pak plastic klip,Seperangkat alat hisap sabu,1 buah Timbangan elektrik, 1 buah HP OPPO disita dari Tersangka SH.

Lanjut Kapolresta Sidoarjo saat memimpin konferensi pers rilis memaparkan, hari ini kita rilis hasil ungkap jajaran Satresnarkoba Polresta Sidoarjo yang membuahkan hasil bagus, dan para pelaku terjerat beberapa pasal yang bervariasi, Pasal 114 ayat (2) pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun, dan pidana denda maksimum Rp.10.000.000.000,- (sepuluh miliar rupiah) ditambah 1/3 (sepertiga).

Pasal 112 ayat (2) pidana penjara seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 12 tahun, dan pidana denda maksimum Rp.8.000.000.000,- (delapan miliar rupiah) ditambah 1/3 (sepertiga).

Pasal 132 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara yang sama sesuai dengan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal-Pasal tersebut, pungkasnya. Sult

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Terbaru

To Top