Liputan Berita Politik,Hukum dan Keamanan

Ngambangnya Dugaan Kasus Penggelapan SHM, Warga Bohar dan Kuasa Hukumnya Datangi Polresta Sidoarjo

SIDOARJO – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Sebut saja keluarga korban Nanik K U,umur (28) tahun, anak dari Joko Purnomo dengan kuasa hukumnya mendatangi Polresta Sidoarjo guna untuk menanyakan terkait perkembangan kasus Laporan terhadap M.C, warga Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo atas dugaan penipuan dan penggelapan, sertifikat hak milik tanah, hari kamis (14/7/2022), jam 10.30 wib.

Dikarenakan belum ada tindakan dan kepastian, meskipun M.C sudah ditetapkan sebagai tersangka pada tahun 2021 lalu, dan segenap barang bukti juga sudah dilakukan penyitaan pihak Polresta Sidoarjo. Namun hingga saat ini terduga pelaku tersebut masih menghirup udara segar di luaran.

Alifi Baihaqi, S.H dan Ridha Laily, S.H (Peradi) selaku Kuasa Hukum Joko Purnomo usai dari Polresta Sidoarjo mengatakan, “kita tadi langsung ditemui (DK), selaku penyidik Polresta Sidoarjo, dia menyampaikan bahwa berkas sudah di limpahkan ke kejaksaan dan sudah di BAP, namun pak MC gak koperaktif. Saat dilakukan pemanggilan pertama beralasan sakit, saat panggilan kedua juga mbulet, kembali kuasa hukumnya hanya menyurati Kapolres dan menyatakan bahwa pak MC sakit.” jelasnya.

Masih lanjut Alifi juga menambahkan, “kami juga menyampaikan ke penyidik bahwa M.C sempat datang ke pengadilan untuk memberikan keterangan sebagai saksi di kasus perdata. Lalu mengetahui hal itu DK menyampaikan terpaksa akan datang kerumah M. C untuk melakukan pemeriksaan dirumah M.C secepatnya,” pungkas Alifi.

Sementara itu Ridha, juga menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus tersebut dengan pihak terkait agar Kasus dugaan penggelapan tersebut bisa terungkap dan mengadili pelakunya.

“kami akan terus berkordinasi terkait perkembangan Laporan Pidana Joko Purnomo sebagai Pelapor di Mapolresta Sidoarjo, agar laporan pidana segera di proses hingga naik ke kejaksaan dan M. C ditahan sebagai tersangka yang diduga dengan sengaja melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan terhadap SHM No. 512,”ujarnya.

Menurut DK, sudah terbukti tipu muslihatnya M. C itu, dari kwitansi Joko Purnomo yang sudah membayar sebanyak 40 juta kepada M.Chanan supaya SHM 512 tidak dilelang sama pihak Bukopin Syariah. Karena SHM No 512 sudah dijaminkan di Bukopin Syariah, tapi faktanya pegawai Bukopin Syariah waktu dimintai keterangan tidak pernah ada debitur atas nama M C dengan jaminan SHM 512.

”Jadi penggelapannya karena sudah melakukan balik nama SHM No. 512, yang semula atas nama istri Joko Purnomo menjadi atas nama M.C,” pungkas Ridha saat dikonfirmasi awak media,hari Jum’at (15/07/2022).

Sementara itu,Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, AKP Oscar Stefanus Setja saat akan dikonfirmasi tim awak media terkait perkembangan kasus tersebut melalui WhatsApp pribadinya, belum bisa ditemui beliaunya dikarenakan masih sibuk.

“Semoga warga bohar tersebut segera menemukan titik keadilan dan kebenaran yang sepantasnya, anak kandung JP tak kuasa menahan air mata nya melihat orang tuanya meringkuk di jeruji besi. Sult

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top