Liputan Berita Politik,Hukum dan Keamanan

70 Warga Afghanistan Rusunawa Desa Jemundo Gelar Aksi Unjuk Rasa Keliling

SIDOARJO – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Hari ini Kamis tanggal 14/7/2022, dimulai pukul 07.00 hingga 09.20 , bertempat di penampungan Aparna Puspa Agro Jalan Sawunggaling 177 – 183 Desa Jemundo Kecamatan Taman telah berlangsung pemberangkatan Pengungsi Luar Negeri/Refugee asal Afghanistan (secara mandiri/sendiri sendiri ) menuju tikum perempatan lampu merah Kletek kecamatan Sepanjang dilanjutkan Longmarch ke depan City of Tommorow (CITO) Jalan Ahmad Yani No. 288 Dukuh Menanggal Kecamatan Gayungan Kota Surabaya, dengan pengikut 70 orang, penanggungjawab M Akbari (Pengungsi Luar Negeri/Refugee asal Afghanistan).

“Bergeraknya 70 Warga Afghanistan dengan tuntutannya,
Meminta ke Pemerintah RI agar memperhatikan pengungsi luar negeri Afghansitan di Indonesia dan mendorong UNHCR tentang kejelasan Resettement, UNHCR dan IOM harus bertanggung jawab terhadap Resettlement di negara ketiga, Agar Dunia Internasional memperhatikan nasib pengungsi luar negeri yang sudah lebih dari 10th dalam Penampungan di Indonesia. Dan Memprotes keadilan terhadap penindasan pemerintah Taliban terhadap keluarga para pengungsi dari Hazara di Afghanistan.

“Sebentuk Alat Peraga yang mereka gunakan, Spanduk, Poster, Bendera, Rompi dan selebaran serta dokumentasi live video.

Kemudian setelah berkumpul di perempatan lampu merah Kletek kecamatan Sepanjang kabupaten Sidoarjo dilanjutkan Longmarch menuju Depan City of Tommorow (CITO) Jalan Ahmad Yani No 288 Dukuh Menanggal Kecamatan Gayungan Kota Surabaya.

Bermula pada pukul 07.00 Wib Pengungsi Luar Negeri/Refugee asal Afghanistan berkumpul di depan halaman penampungan Aparna Puspa Agro Desa Jemundo Kecamatan Taman, lanjut pukul 08.00 Wib, massa Pengungsi Luar Negeri/Refugee asal Afghanistan mulai keluar secara mandiri/sendiri² (kelompok), ia keluar dari tempat penampungan aparna Puspa Agro menuju titik kumpul perempatan lampu merah kletek.

Tiba pukul 08.30 Wib, Massa Pengungsi Luar Negeri/Refugee asal Afghanistan tiba di perempatan lampu mera kletek Kecamatan Taman, dengan membentangkan spanduk dan poster yang bertuliskan, UNHCR, IOM, Resettlement Countries & Indonesian Government : You Are Responsible About Refugees’s Destiny and Pay Attention To The Vulnerable Regugees’s Situations Who Have Been Living 7 To Over 10 Years in Indonesia Without Any Basic Human Rights.

Parliament Of Indonesia Please Take Decision For The Future of Refugees – Tolong Ambil Tindakan Untuk Masa Depan Pengungsi.

Afghan Refugees in Indonesia since 2010 waiting for their Resettlement process, We Hope our screaming for our Right, heard by the Resettlement countries.
d) Please Help Hazara Afghan Refugees in Indonesia. Real Situation of Refugees in Indonesia “Exhausting, Depression, Injustice, Harmful, Forgotten, No One Pay Attention To These People”.

Resettle Afghan Refugees From Indonesia. We Are Tired Of Unlimited Waiting Times, Please Understand Us. We Demand To Accelerate Our Resettlement. Afghanistan tidak aman untuk suku Hazara.

“Kami juga manusia, Kami juga berhak tinggal dengan tenang, Kami bukan binatang yang hanya butuh makan dan tidur, 10 Tahun Cukup We Want Resettlement.
m) Why No One Cares Regarding Future Of Refugees.

Saat tiba pukul 09.20 Wib,Massa pengungsi Luar Negeri/Refugee asal Afghanistan bergeser dari perempatan lampu merah kletek Taman, Longmarch menuju Depan City of Tommorow (CITO) Jl. Ahmad Yani No 288 Dukuh Menanggal Kecamatan Gayungan Kota Surabaya dengan pengawalan dari polresta sidoarjo.

Dari pantauan tim media di sampaikan, dan pendapat Narsum dari anggota Dan unit intelkam Kodim Sidoarjo memaparkan, giat aksi tersebut sebagai bentuk rasa solidaritas pengungsi luar negeri asal Afghanistan, untuk mencari perhatian dunia Internasional tentang nasib para pengungsi yang berada di penampung agar segera memperoleh Resettlement/negara tujuan. Giat Refugee/pengungsi luar negeri yang berada di wilayah Kabupaten Sidoarjo sangat berdampak sosial dimasyarakat terutama Kabupaten Sidoarjo umumnya Provinsi Jawa Timur.

Perlu adanya pengawasan yang intensif dari Satgas pengungsi (TNI-Polri, BIN, BAIS, Rudenim Surabaya, Kesbangpol Kabupaten Sidoarjo) maupun instansi terkait serta adanya tindakan tegas dari pemerintah sesuai tata tertib yang sudah disepakati bersama.
Sulton

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top