Liputan Lintas Nasional

Baliho Lebaran BHS dan Prabowo Subianto di Sidoarjo Dirusak

SIDOARJO – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Baliho besar milik politisi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono (BHS) yang terpasang di sisi timur di Bundaran GOR Gelora Delta Sidoarjo rusak. Giant Banner berukuran 4 X 6 meter bertuliskan ucapan Selamat Lebaran tersebut tersobek sobek.

Dari hasil pengamatan lapangan, pada hari Sabtu tanggal (07/02/2022) sore, gambar BHS bersama Ketua Umum Partai Gerindra,H Prabowo Subianto di media luar ruang tersebut hilang dan hanya menyisakan bagian atasnya saja yang memuat logo parpol.

Ketua Harian Tim BHS Peduli, M. Wahyuddin yang dihubungi melalui nomer selulernya, Minggu (08/05/2022) pagi tadi mengaku baru mengetahui kejadian tersebut kemarin sore berdasarkan laporan dari beberapa orang relawannya.

“Baru tadi sore, soalnya kemaren malam masih utuh,” sebutnya.
Ia mengatakan sampai saat ini pihaknya belum mengetahui siapa yang melakukan perusakan terhadap baliho yang lokasinya berada tepat di samping Pos Pantau Lalu Lintas Polresta Sidoarjo tersebut.

Karena itu pihaknya akan melakukan pengecekan lebih lanjut terkait baliho-baliho lain yang terpasang di penjuru kabupaten Sidoarjo. Disebutkannya, di momen Lebaran ini Tim BHS peduli memasang beberapa baliho senada di penjuru kabupaten Sidoarjo.

“Wahyuddin sendiri mengaku prihatin dengan aksi vandalisme yang dilakukan terhadap baliho tersebut. “Baliho ini khan bentuk silahturahmi kami dengan warga Sidoarjo di hari nan fitri ini melalui media outdoor. Dan sebelumnya kami juga sudah bersurat resmi melalui DPC Partai Gerindra,”ucapnya.

Ia menambahkan, seharusnya dalam suasana yang fitri dan saling memaafkan seperti saat ini, kejadian seperti itu tidak terjadi. “Saya berharap instansi terkait ikut membantu kami untuk menindaklanjuti kejadian ini,” imbuh Wahyudin.

Ia mengaku khawatir kejadian tersebut bakal memicu timbulnya kecurigaan antar kelompok-kelompok masyarakat di Sidoarjo,padahal menurutnya selama ini kondisi di kota delta sudah sangat kondusif.

“Ini merupakan bentuk ketidakdewasaan dalam berpolitik dari sekelompok orang yang tidak kami ketahui siapa dan motifnya serta berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat khususnya yang masih menjadi simpatisan BHS,” pungkas Wahyudin.(sult/hans/pram)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top