Kronik polri

Satreskrim Polresta Sidoarjo Bekuk Pelaku Pedagang HP Online Tak Berizin

SIDOARJO – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Satreskrim Polresta Sidoarjo kembali bekuk tersangka tindak pidana perdagangan Hp rekondisi tidak di lengkapi dengan Dosbook/garansi resmi dari pabrikan, tidak sesuai persyaratan dan teknis/ tidak melengkapi,label berbahasa Indonesia,barang yang ia perdagangkan, telah melanggar Undang Undang Perlindungan Konsumen dan telekomunikasi dan Perdagangan.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro SH di dalam konferensi pers menyampaikan, Polresta Sidoarjo berhasil meringkus tindak pidana pedagang telepon seluler (HP) rekondisi yang tidak dilengkapi dengan dosbook serta garansi resmi dari pabrikan dan tidak sesuai dengan persyaratan teknis atau tidak melengkapi label berbahasa Indonesia pada barang yang diperdagangkan sebagaimana dimaksud dalam undang – undang Perlindungan Konsumen dan atau Undang – Undang Telekomunikasi dan atau Undang Undang Perdagangan.

“Pelaku ke tangkap di Ruko di Anggrek Regency A.50 Desa Pegerwojo Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo; (Tempat didaftarkannya alamat pada Toko Online “Panda Shop88” pada online shop dan sebagai tempat penyimpanan barang), alamat lainnya Rumah kontrakan Carlvien di Perumahan citra garden blok C.3 No.30 Sidoarjo; (tempat penyimpanan barang).

Serta apartemen Tamansari Prospero lantai 23 Kahuripan Nirwana Desa Ental Sewu Buduran Kabupaten Sidoarjo (tempat penyimpanan barang). Toko New Jaya Store di Ruko Taman Pinang Sidoarjo. (tempat penyimpanan barang).

“Kali ini tersangka berinisial
C, laki-laki, 22 tahun, Swasta, (Manager Toko Online Panda Shop88), alamat Perum Bukit Palem Permai Desa Belian Batam, Kota Batam dan berdomisili di Ruko Anggrek Regency No 50, Sidoarjo.

Modus operandi yang ia lakukan
tersangka C telah memperdagangkan telepon seluler (handphone) rekondisi tanpa dilengkapi dengan dosbook-nya tanpa ada garansi resmi dari pabrikan yang tidak dilengkapi dengan label berbahasa Indonesia dengan cara menawarkan dan menjual melalui online shop.

sejumlah barang bukti yang menghubungi polisi,404 telepon seluler (HP) merk Iphone dan SONY berbagai type, 70 buah dosbook merk juga merk Iphone dan SONY berbagai type,3 CPU, 1 Monitor, 1 buku catatan penjualan.

Awal mula kronologi berawal dari adanya pengaduan masyarakat kepada Polresta Sidoarjo yang merasa dirugikan terkait dengan dirinya yang telah melakukan pembelian ponsel (HP) melalui Online shop (Shopee) ternyata setelah diterima barang dalam kondisi rusak, hari Rabu tanggal 27/4/ 2022 Tim Unit Idik II Tipidter Satreskrim Polresta Sidoarjo melakukan kegiatan penyelidikan dan penindakan dengan melakukan penggeledahan di 4 lokasi, diduga sebagai tempat kegiatan usaha memperdagangkan ponsel (HP) rekondisi tanpa dosbook dan tanpa ada garansi resmi dari pabrikan tidak ada label berbahasa Indonesia ,

Dan berhasil menemukan serta melakukan penyitaan sebanyak 404 (empat ratus empat) ponsel (HP) rekondisi merk Iphone dan SONY berbagai Type , dari Tersangka C selaku Manager Toko Online “Panda.Store88” pada aplikasi Shopee dan Tokopedia sebagai berikut , 197 HP hasil penggeledahan di Ruko di Anggrek Regency No A.50 Desa Pegerwojo Kecamatan Buduran kabupaten Sidoarjo. 145 HP hasil penggeledahan di rumah kontrakan C di Perumahan citra garden blok C.3 No.30 Sidoarjo,

20 HP hasil penggeledahan di Apartemen Tamansari Prospero lantai 23 No.27 Kahuripan Nirwana Desa Ental Sewu Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo, 42 HP hasil penggeledahan di New Jaya Store di Ruko taman Pinang Sidoarjo.

Tersangka melakukan penjualan HP merk IPHONE dan SONY rekondisi dengan memberikan 2 penawaran yaitu pertama : full set (dosbook + charger) namun tidak mencantumkan IMEI di dosbook-nya dan kedua : HP batangan (HP saja) dan tidak melayani pembelian langsung, semua dilakukan secara online shop di Tokopedia dan Shopee;

Motif tersangka ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar, ia juga mendapat gaji 5 juta per bulan, belum lagi komisi dari penjualan, kini ia terjerat sesuai dengan ketentuan perundangan yang berlaku dan/atau pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan, mengiklankan suatu barang, dan/atau jasa secara tidak benar dan/atau seolah-olah barang tersebut dalam keadaan baik dan/atau baru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan j UU RI No. 08 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, ancaman Pidana penjara 5 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 2.000.000.000 (dua milliar rupiah).

Barang siapa memperdagangkan, membuat, merakit, memasukkan, atau menggunakan perangkat telekomunikasi, di wilayah Negara Republik Indonesia yang tidak sesuai dengan persyaratan dan teknis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 52 Jo pasal 32 ayat (1) UU No.36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi;

Ancaman Pidana penjara paling lama 1 tahun dan atau denda paling banyak Rp. 100.000.000 (seratus juta rupiah).

Setiap pelaku usaha yang tidak menggunakan atau tidak melengkapi label berbahasa Indonesia pada barang yang diperdagangkan didalam Negeri dan/atau pelaku usaha yang melakukan kegiatan usaha perdagangan tidak memiliki perizinan dibidang persadangan yang diberika oleh meteri dan/atau setiap importir yang mengimpor barang dalam keadaan tidak baru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 Jo Pasal 24 ayat (1) dan/atau Pasal 111 Jo Pasal 47 ayat (1) UU No. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan.

Ancaman Pidana penjara paling lama 4 tahun atau pidana denda paling banyak Rp. 100.000.000.000 (seratus milliar rupiah). Sulton

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top