Liputan Seputar Kriminal

Kasus Penganiayaan Warga Tonom Terhadap Warga Pinonobatuan Berakhir Damai

BOLMONG – persbhayangkara.id SULAWESI UTARA

Peristiwa penganiayaan yang terjadi pada hari Senin tanggal 28 Maret 2022 sekitar pukul 20.30 yang dilakukan oleh lelaki KW (39) warga desa Tonom Kec. Dumoga Timur terhadap lelaki Yansen Tumangkeng (40) warga Desa Pinonobatuan Kec. Dumoga Timur akhirnya berakhir dengan kesepakatan damai oleh kedua belah pihak.

Menurut Kapolres Bolmong melalui Kapolsek Dumoga Timur Iptu Agus Sumandik, SE pasca kejadian pihak korban lelaki Yansen Tumangkeng dan pihak pelaku lelaki KW telah bertemu.
Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Mapolres Bolmong, di hadapan petugas Kepolisian dan Sangadi desa Tonom Ibu Jein Wales dan Sangadi desa Pinonobatuan Bpk Jen Poluan kedua belah pihak telah membuat surat pernyataan damai. Intinya kedua belah pihak sepakat untuk saling memaafkan, tidak ada rasa dendam dan bersama-sama pemerintah desa akan menjaga Kamtibmas.

Diketahui, kasus penganiayaan itu berawal saat korban dalam perjalanan pulang dari tempat ia bekerja di desa Toraut Kec. Dumoga Barat, saat korban melitas di desa Ibolian Satu ia dihadang oleh lelaki KW yang saat itu berdiri di tengah jalan raya dan langsung menebas korban dengan sebilah parang jenis samurai yang dipegangnya dan mengena pada bagian lutut sebelah kanan, korban dapat melanjutkan perjalanan dan langsung melapor ke kantor Polisi.

Mendapat laporan kasus penganayaan Tim Resmob Polres Bolmong dipimpin Kasat Reskrim AKP Muhammad Hasbi, SIK berkolaborasi dengan Tim Opsnal Polsek Dumoga Timur dipimpin Kapolsek Iptu Agus Sumandik, SE langsung bergerak untuk memburu pelaku. Hasilnya dalam waktu singkat pelaku dapat diringkus di rumah kediamannya dan selanjutnya diamankan bersama barang bukti.

Alhasil beberapa jam sesudah kejadian kedua belah pihak telah bertemu dan membuat kesepakatan damai.

Kapolres Bolmong AKBP Dr. Nova Irone Surentu, SH, MH mengapresiasi kinerja personelnya yang cepat merespon aduan warga dan meringkus pelakunya sekaligus dapat menyelesaikan kasusnya secara damai.
“Saya menghimbau kepada semua pihak dalam hal ini warga desa Pononobatuan dan Tonom secara keseluruhan karena kasusnya sudah dapat diselesaikan secara damai maka jangan ada lagi rasa dendam, jangan mudah terprovokasi dan jangan ada aksi balas dendam. Mari kita bersama-sama menjaga Kamtibmas” imbau Kapolres.

Aldri,Okay

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top