Liputan Lintas Nasional

Gubernur Jatim Pimpin Rakor Big Data

Foto : Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) big data di Gedung Negara Grahadi/sugeng

SURABAYA – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) big data atau satu data dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jatim di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (3/1/2022).

Dalam rakor kali ini, gubernur didampingi Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak dan Plh Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono. “Big data atau satu data jika ingin berjalan baik dan memiliki makna, maka harus ada komitmen untuk aktif update data OPD Pemprov Jatim, sehingga kebijakan pemerintah provinsi bisa tersampaikan ke masyarakat,”ujar Gubernur Khofifah.

Sementara itu Wagub Jatim, Emil Elestianto Dardak menambahkan, sejak awal, gubernur memiliki visi yaitu kebijakan yang dikeluarkan untuk masyarakat harus didasari data yang tepat. Dan selama ini masalahnya datanya masih terpisah – pisah belum menjadi satu data. karena itu gubernur memerintahkan supaya membangun big data atau satu data.

“Rakor hari ini kami gelar untuk mengetahui sejauh mana perkembangan big data di Jatim sudah berjalan. Maka kami undang pakar IT dari Universitas ITS untuk memberikan masukan untuk kita kembangkan di tahun 2022 ini,”ujarnya.

Dan kata kuncinya atau hasil Rakor tadi, yaitu data di berbagai OPD di lingkungan provinsi Jatim bisa diintregasikan di satu wadah yang disebut dengan Satu data (Sata) yang sudah ada peraturan gubernurnya (Pergub). “Adanya pergub Sata ini kebijakan kita tidak terkotak – kotak lagi baik pendidikan, kesehatan dan perdagangan, serta ini bisa dilihat secara holistik,”katanya.

Lebih lanjut, dengan penerapan Satu data ini juga kedepan tidak lagi diupdate secara manual tapi bisa dilakukan secara digitalisasi oleh masing – masing OPD yang tergabung di big data tersebut. Jika dilakukan manual bisa memakan waktu lama, kedua akurasi kurang tepat. “Maka itu kami mendorong digitalisasi,” tegasnya.

Saat ini menurutnya, ada 337 aplikasi data di OPD yang terpisah – pisah. Dengan big data OPD yang terkordinasi dan terkonsolidasi oleh Dinas Kominfo Jatim maka keputusan pemerintah provinsi bisa

tersampaikan dengan baik. Apa yang dibutuhkan masyarakat atau kondisi pelayanan masyarakat  bisa terpantau dan langsung dipenuhi pemerintah.

“Pesan dari Gubernur Jatim yang penting memberi manfaat kepada masyarakat, big data bukan keren – kerenya kita memiliki Teknologi Informasi. Karena itu percuma Dinas Kominfo Jatim menyiapkan teknisnya kalau OPD lainnya tidak memanfaatkan satu data tersebut, kita butuh banyak kreatifitas dari insan – insan atau SDM dengan memanfaatkan satu data tersebut, mengingat saat ini data bisa didapatkan dari media online, media sosial dan CCTV yang kemudian dilebur jadi satu oleh OPD untuk menjawab kebijakan Gubernur Jatim,”ucap Emil yang menyampaikan pesan Gubernur Jatim.

Sementara itu Kadis Kominfo Jatim, Hudiyono mengatakan, sesuai arahan gubernur dan wagub Jatim, pihaknya sudah menyiapkan base data yang mampu mengambil data yang terstruktur dari OPD di lingkungan Provinsi Jatim.  Namun kenapa hingga saat ini belum terkirim di base data tersebut, karena Dinas Kominfo Jatim saat ini sedang melakukan telaah jenis data dari OPD di lingkungan Provinsi Jatim mengingat OPD datanya bervariasi.

“Dimana saat ini ada 9 OPD dilingkungan Provinsi Jatim yang bagus sudah mengirimkan ke Kominfo Jatim selama ini. Tapi Dinas Kominfo Jatim akan tetap lakukan telaah dan mengkoordinasi ke OPD kenapa di dinas  tersebut tidak memberikan datanya secara lengkap, dan dalam satu bulan koordinasi data ulang ke OPD tersebut akan selesai,”pungkasnya. Hms/Sulton

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top