Liputan Khusus Bencana Alam

Peduli Korban Erupsi Semeru, K3S SD Swasta Sidoarjo Salurkan Donasi ke Warga Terdampak di Lumajang

SIDOARJO – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Erupsi Gunung Semeru telah menghadirkan duka yang tak biasa. Namun demikian, kebaikan juga seperti tidak mau ketinggalan.

Seperti yang tengah dilakukan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Swasta di Sidoarjo, Senin (20/12/2021). Dalam rangka membangkitkan empati kemanusiaan di lingkungan K3S SD Swasta Kabupaten Sidoarjo, paguyuban Ini melakukan aksi peduli dengan pengumpulan donasi untuk korban terdampak Erupsi Gunung Semeru di Lumajang.

Tiba sekitar pukul 11.00 Wib. Rombongan K3S langsung menuju ke lokasi desa terdampak, tepatnya di Dusun Kebondeli Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang. Di lokasi, rombongan langsung membaur dengan warga dan ditemui tokoh masyarakat setempat, Ustadz Ponari di sebuah musholla.

Beragam donasi yang terkumpul, mulai dari sembako, obat-abatan, air mineral, pakaian anak-anak hingga dewasa serta peralatan sholat dan uang tunai, diserahkan langsung kepada warga terdampak erupsi di kaki Gunung Semeru.

“Semua donasi yang terkumpul,
dikemas menjadi 139 paket paket besar hingga penuh dalam satu mobil box L 300, untuk selanjutnya didistribusikan ke warga di lokasi terdampak,” ucap M Sugeng Rawuh, S.Pd, Kasek Nurul HIkam Sidoarjo, yang juga sebagai koordinator K3S SD Peduli Erupsi Semeru.

Besar harapan kami, masih kata Sugeng, sedikit bantuan yang diberikan bisa meringankan beban korban dan menghilangkan trauma yang dialami warga. “Di lokasi terdampak, sebagian donasi yang terkumpul kita serahkan ke pemuka agama di sana, untuk pembangunan musala dan masjid yang sedang dalam proses renovasi,” ujarnya.

Edy Rahmawan, ST , Ketua K3S SD Swasta Kabupaten Sidoarjo menambahkan, setelah menemui beberapa warga di pengungsian, pihaknya juga meninjau di tujuh titik lokasi terdampak erupsi dan lahar Semeru. Menurutnya, meski terdapat kesedihan di raut muka beberapa warga terdampak, namun mereka tetap terlihat semangat. Setiap harinya
korban terdampak akan pulang ke rumah untuk merngontrol lahan dan ternak yang masih selamat, meskipun rumah ada yang tertimbun pasir dan batu. Kemudian malamnya akan kembali ke posko pengungsian.

“Banyak pelajaran yang didapat dari kejadian ini, antara lain rasa kemanusiaan dan mengingatkan diri kita akan kekuasaan Tuhan,” tuturnya. Sulton

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top