Liputan Lintas Nasional

Gubernur Jatim: Jadikan Momen Apapun untuk Bangun Kesepahaman

SIDOARJO – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengimbau agar menjadikan setiap momen dijadikan sebagai upayauntuk saling membangun kesepahaman. Hal inidikatakan Gubernur Khofifah saat membuka  Musyawarah Kerja VII Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Prov Jatim di Hotel Utami, Rabu (8/12/2021).

“Banyak orang berpendapat dan merasa pendapatnya paling benar, ada pendapat lagi dan merasa pendapatnya paling benar. Sisi permusyawaratan berkurang derajatnya dan kualitasnya. Maka saya mohon forum apapun, event apapun, jadikan momentum saling bisa membangun kesepahaman,” tuturnya.

Lebih lanjut dikatakannya, hal inibisa dilakukandenganmutual understanding(saling pengertia,red), saling membangun kesepahaman, sering ketemu, dan sering berinteraksi.

“Kalau kita tidak saling memahami, yang satu dengan yang lain, maka akan kurang percaya dalam hal tertentu. Maka saya mohon antara mutual understanding, mutual respect dan mutual trust, usahakan ini terbangun di organisasi apapun, di institusi apapun,” ujarnya.

Termasuk musyawarah kerja seluruh jajaran BKOW,kata Gubernur,tetaplah dibangun suasana yang saling menghormati dan saling mempercayai dan itu hanya bisa dilakukan kalau ada saling memahami.

Dikatakannya, BKOW yang tangguh, perempuan yang tangguh, menjadi bagian yang penting,  yang menjadi referensi bagi penguatan keluarga dan lingkungan. “Kalau masing-masing lingkungan kita kuat, masing-masing Kita kuat, lingkungan kita saling menguatkan, baru kemudian atas nama institusi, kita membangun penguatan pada elemen-elemen yang lebih luas lagi,” kata Khofifah.

Menurutnya, situasi apapun, lembaga apapun, level apapun, memberikan penguatan bahwa BKOW Jatim wadah NKRI, nanti semua akan bertanya bahwa institusi di mana berada maka itu adalah bagian dari penguatan NKRI.

Ketua Umum BKOW Prov Jatim, Hj Fatma Saifullah Yusuf,mengatakan, BKOW merupakan wadah terhimpunnya organisasi kemasyarakatan perempuan yang didirikan pada 6 Oktober 1962 sehingga tahun ini masuk usia 59 tahun.

Dikatakannya, Agenda dari kegiatan ini yaitu pertama, laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2016-20021 sebagai evaluasi pelaksanaan program organisasi 5 tahun berjalan. Kedua, meninjau kembali mengubah, merumuskan dan menetapkan AD/ART organisasi guna menyesuaikan dengan tatanan dan tuntutan zaman agar sesuai yang diharapkan.

Ketiga, menetapkan program kerja BKOW yang memperhatikan arah kebijakan program pembangunan dan memperhatikan kesetaraan dan keadilan gender, serta peduli anak dengan ranah prioritas pembangunan yang relevan dan dapat dikerjakan secara sinergis dan organisasi BKOW untuk 5 tahun kedepan.

Keempat, memilih dan menetapkan kepengurusan inti BKOW yaitu ketua umum, Ketua I, II, III,  sekretaris, bendahara, periode 2021-2026. “Semoga dapat menjalankan organisasi BKOW Jatim dan mampu mendukung program-program pemerintah dalam rangka menyentuh perempuan. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti secara baik, baik pengurus maupun anggota dan dapat memanfaatkan waktu seefektif mungkin sehingga dapat membahas dan mengkaji sampai tuntas,” tuturnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Dekranasda Jatim, Arumi Bachsin Emil Elestianto Dardak, Ketua Dharma Wanita Prov Jatim, Gardjati Heru Tjahjono, 38 perwakilan organisasi sebagai pengurus maupun anggota, 41 dari organisasi anggota pleno, 35 ketua organisasi/Iprah BKOW, 33 BKOW kab/kota se-Jatim. (ern/sulton)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top