Liputan Lintas Nasional

LP 13 Polres Barru Masuk Fase Baru, Sudirman Cs Bakal Dipanggil

BARRU – persbhayangkara.id SULAWESI SELATAN

Salah satu ahli waris, Hj Andi Zamsah Petta Isa yakni Andi Mappa Yusuf K, saat ditemui di kediamannya Jl Sultan Alauddin Makassar, Kamis (18/11/2021) menyampaikan laporan polisi dengan nomor: LP/B/13/VI/2021/ Sektor Soppeng Riaja/Polres Barru/Polda Sulsel, kini naik ke penyidikan.

Andi Mappa Yusuf K yang karib disapa Petta Baso ini mengatakan, “Laporan polisi yang dilakukan di Polsek Soppeng Riaja Barru pada tanggal 12 Juni 2021, soal tindak pidana penggelapan benda tidak bergerak yang diduga dilakukan oleh lelaki insial MI, kini memasuki periode baru karena berdasarkan SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) nomor: B/202/XI/ Res 1.11/2021/Reskrim, pada angka satu huruf(e) pada tanggal 05 November 2021 telah digelar.”

Menurut Petta Baso, “Setelah diambil keterangan di Polres Barru pada hari Rabu (15/11/2021) penyidik menyampaikan; kepada saya bahwa, dalam waktu dekat, kalau tidak salah hari Senin (22/11/2021) akan melakukan pemanggilan kepada semua pihak yang diduga terlibat dalam tindak pidana penggelapan benda tidak bergerak ini.”

Lanjut Petta Baso mengatakan, “Tiga orang yang dipanggil pertama yakni, Sudirman, Mantan Kadus Lapasu Baharuddin Made dan Mantan Kepala Desa Balusu, Barru Sadaruddin.”

“Mereka bertiga dipanggil untuk dimintai keterangan karena diduga ikut menandatangani surat perjanjian jual beli, nomor: 204/DB/V/2012 yang ditandatangani di Desa Balusu pada tanggal 22 Mei 2021,” ucap Petta Baso.

Lebih lanjut lelaki yang keturunan Raja Gowa, anak dari Haji Andi Bali I Mallombasang Karaengta Lemba Parang yang kini bermukim di Kalimantan Timur ini, mengatakan, “Telah diatur melalui penetapan/putusan Pengadilan Agama Barru Reg: 105/ P/1989. segala hal ihwal tentang harta peninggalan Mendiang Hj Andi Zamsah Petta Isa.”

“Termasuk sawah yang luasnya kurang lebih 1,5 Ha di dusun Lapasu desa Balusu yang kini jadi persoalan di Polres Barru. Peruntukannya sebagaimana dalam putusan untuk amal jariah, namun diduga di gelapkan oleh lelaki insial MI,” ungkap Petta Baso

Dia menambahkan, “Tercantum dalam putusan/penetapan soal hasil persetujuan pembahagian, oleh dua Saudara kandung Hj Zamsah Petta Isa, yakni H.M.Yusuf Andi Dagong Petta Soppeng dan Hj Andi Empong Petta Aji. Memberikan kepada empat saudara (lain ibu) masing-masing, H.Muh.Sadiq Daeng Mangun, lokasi Empang di Oring seluas 2, 82 Ha. Haja A.St. Hafsah lokasi Empang seluas 2, 86 Ha di Oring. A.St.Saleha lokasi Empang seluas 2,60 Ha di Oring, dan Hj. A.St Hawa lokasi Sawah seluas 1 Ha di Lapasu.

Diketahui, harta Mendiang Hj Andi Zamsah Petta Isa berupa lahan sawah, empang dan tanah kebun yang luasnya kurang lebih 66 Ha tersebar di dua kecamatan yakni Kec.Soppeng Riaja dan Kec Balusu Barru.

Tertera, juga dalam putusan, bahwa demi menjaga keharmonisan dalam lingkungan keluarga, maka kedua ahli waris yang telah mendapat bahagian, yakni H M Yusuf Andi Dagong Petta Soppeng dan Hj Andi Empong Petta Aji. Dan atas ihtiarnya kedua ahli waris tersebut menghibahkan
Sebahagian, kesemua ahli wahris mahjub.(tidak mendapat bahagian farduh dan ahsabah). (M. Said Welikin/Andi Akbar Raja)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top