Liputan Lintas Nasional

Pemdes Pakemitan Optimistis Vaksinasi Covid-19 Capai 80% di Akhir Tahun

TASIKMALAYA – persbhayangkara.id JAWA BARAT

Kepala Desa Pakemitan, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Yanto Susanto, S.H., menargetkan capaian vaksinasi Coronavirus Disease-2019 (Covid-19) di Desanya mencapai minimal 80 persen pada akhir 2021. Capaian itu sejalan dengan program percepatan vaksinasi yang saat ini gencar dilakukan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Program percepatan vaksinasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya menargetkan minimal 80 persen dari jumlah warga masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk divaksinasi per Desa pada akhir 2021.

Yanto Susanto, S.H. mengungkapkan, hingga akhir Oktober 2021, capaian vaksinasi dari 11 Desa di wilayah Kecamatan Ciawi, Desa Pakemitan menempati urutan ke-2 dengan raihan 69,11% dari jumlah warga masyarakat yang harus divaksinasi,  beda tipis di banding Desa Kurniabakti menempati urutan Ke-1, meraih 69,79%.

Pihaknya juga terus berupaya meningkatkan capaian vaksinasi minimal hingga 80 persen, sesuai minimal terciptanya herd immunity kekebalan kelompok warga masyarakat Desa Pakemitan.

“In syaa Allah capaian vaksinasi minimal 80 persen, sesuai program percepatan vaksinasi Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, bahkan mudah-mudahan bisa melebihi target,” ucap Yanto Susanto, S.H.

“Kami optimis target itu bisa tercapai, dengan kerja sama seluruh sektor. Juga terutama sinergitas, dukungan, kerja sama dengan gugus tugas Polsek Ciawi dan Koramil 1204 Ciawi serta dari unsur muspika Kecamatan Ciawi lainnya,” ujar Yanto Susanto, SH, saat dihubungi Wartawan Pers Bhayangkara di Kantor Kepala Desa Pakemitan, Jum’at (5/11/2021).

Menurut Yanto Susanto, S.H., dirinya merasa optimis pula berdasarkan kepada kesadaran warga masyarakatnya yang antusias untuk divaksinasi sangat tinggi, pengertian warga masyarakat sudah bagus, mengerti akan betapa pentingnya divaksinasi guna mendapatkan kekebalan tubuh. Selain itu adanya dukungan faktor ketersediaan Vaksin dari UPT. Puskesmas Kecamatan Ciawi.

Disamping itu, Yanto Susanto, S.H., menjelaskan, secara umum strategi yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Pakemitan guna mencegah pandemi Covid-19 adalah menerapkan disiplin protokol kesehatan (Prokes). Protokol kesehatan 5M yang diterapkan antara lain, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilisasi serta melakukan 3 T, yaitu testing, tracing dan treatment.

Dari dulu awal pandemi Covid-19 sampai dua bulan kebelakang, Yanto Susanto, SH mengungkapkan, bahwa warga Desa Pakemitan yang terpapar positif Covid-19 ada 56 orang, meninggal dunia 6 orang, serta untuk wilayah Kecamatan Ciawi, Desa Pakemitan paling banyak yang postif terpapar Covid-19.

Lanjut Yanto Susanto, SH, kami memiliki inisiatif bahwa warga masyarakat Desa Pakemitan harus mulai divaksinasi, minimal sesuai target capaian Program percepatan vaksinasi Pemkab Tasikmalaya, bahkan mudah-mudahan bisa melebihi, karena kita tahu bahwa vaksinasi itu bisa memperingan gejalanya sehingga bisa mencegah penyebaran Covid-19 serta warga masyarakat Desa Pakemitan tidak ada lagi yang positif terpapar Covid-19.

Menurut Yanto Susanto, S.H., wilayah Desa Pakemitan sekarang ini bisa dikatakan daerah zona hijau, dalam artian pada saat ini tidak ada warga masyarakat Desa Pakemitan positif terpapar Covid-19.

Adapun warga masyarakat Desa Pakemitan positif pernah terpapar Covid-19 hingga 56 orang, meninggal 6 orang, bahkan mendapat peringkat terbanyak di wilayah Kecamatan Ciawi, Yanto Susanto, SH menjelaskan, secara geografis letak wilayah Desa Pakemitan ada di pusat Kota Kecamatan Ciawi, di hilir mudik orang kegiatan terutama dengan adanya Pasar. Pasar Ciawi bisa dikategorikan Pasar Kabupaten, karena orang yang paling sering datang dari empat kabupaten yakni, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya serta Kabupaten Ciamis.

Pasar Ciawi bisa dikatakan biang awalnya kasus positif terpaparnya Covid-19, Yanto Susanto, S.H. menerangkan, bahwa informasi awal Kepala Pasar datang kepada kami melaporkan bahwa ada yang positif terpapar Covid-19, ternyata ada dua orang yang positif terpapar. Beberapa waktu kemudian lama-lama merembet ke kampung-kampung hingga dua bulan kebelakang jumlahnya ada 56 orang positif terpapar, sampai 6 orang meninggal dunia korban Covid-19.

“Walaupun sekarang wilayah Desa Pakemitan tidak ada yang positif terpapar Covid-19, bahkan bisa dikatakan wilayah zona hijau, namun kami tidak lengah, tidak abai tetap menerapkan prokes yang ketat,” tandas Yanto Susanto, S.H.

“Juga kami merasa tidak terlalu khawatir, karena gugus tugas di tingkat Kecamatan termasuk Bapak Kapolsek beserta anggotanya, Bapak Danramil beserta anggotanya, sering konsinyir patroli kalau ada yang berkerumun langsung segera dicegah dikasih peringatan,” tambah Yanto Susanto, S.H.

“Apalagi bila jajaran Polsek, jajaran Koramil, Sat Pol PP serta unsur forkopimcam lainnya bersama-sama bersinergi melaksanakan operasi gabungan, menjadikan suasananya terasa lebih aman, nyaman, kondusif yang terkendali,” juga hal ini diucapkannya.

Dengan demikian, Yanto Susanto, S.H. selaku Kepala Desa Pakemitan, kini mulai menatap, melangkah ke depan membenahi program pemulihan perekonomian yang kemarin gara-gara Covid-19 ekonomi masyarakat jadi lemah, penghasilannya berkurang. Disamping itu tidak kalah pentingnya akan peningkatan pemulihan di bidang infrastruktur serta bidang-bidang lainnya guna kepentingan, kebutuhan yang bisa dimanfaatkan serta dirasakan warga masyarakat.

“Harapan kami juga harapan kita semua, mulai saat ini hingga ke depannya warga masyarakat lebih disiplin dalam penerapan protokol kesehatan yang ketat, supaya tidak ada lagi yang positif terpapar Covid-19,” pungkas Yanto Susanto, S.H. 

Diwanantara

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top