Liputan Berita Politik,Hukum dan Keamanan

Direktorat Bea Cukai dan Pemkab Sidoarjo Sosialisasi Pencegahan dan Pemberantasan Rokok Ilegal

SIDOARJO – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Pemkab Sidoarjo bekerjasama dengan Direktorat Bea Cukai Juanda Kabupaten Sidoarjo,telah menggencarkan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan rokok ilegal. Ini kepedulian juga keseriusan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyiarkan aturan yang tertera dalam Undang-undang (UU) RI nomor 39 tentang Cukai ke masyarakat,perihal diatas apa itu yang dimaksud dengan cukai,itu penyerapan dalam produksi rokok, hingga dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Sosialisasi penyiaran tersebut digencarkan agar masyarakat mengenal ciri-ciri rokok legal dan ilegal,supaya masyarakat mengetahui rokok bercukai palsu atau asli,acara sosialisasi pencegahan dan pemberantasan rokok ilegal di Desa Simoangin-angin hari selasa tanggal 26/10/2021 ketentuan di bidang cukai bertajuk “Pemberantasan Rokok Ilegal”, di Kabupaten Sidoarjo Tahun 2021″,di mulai jam pukul 09.00 wib hingga selesai.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasi layanan Kominfo Sidoarjo Moh.Wildan,beserta personil Diskominfo Sidoarjo, Camat Wonoayu diwakilkan,juga Narsum dari Direktorat Bea Cukai Juanda, Narsum Dinas Perekonomian Sekda Kabupaten Sidoarjo, ada pula personil Satpol PP Kabupaten sidoarjo dan masyarakat se-Desa Simoangin-angin. Dan giat tersebut resmi dibuka oleh Sekdes Simoangin-angin Moh.Sueb.

Penyebaran dan pemahaman rokok ilegal ke masyarakat pedesaan simoangin-angin perlu disampaikan,agar mereka mengetahui rokok legal dan ilegal atau tentang cukai palsu dan asli ,apalagi perihal cukai palsu ini bisa merugikan Negara. Termasuk pula merugikan pendapatan Pemkab Sidoarjo dari sektor cukai produk hasil tembakau atau rokok. Dan Pendapatan Pemkab Sidoarjo ini melalui dana DBHCHT pada akhirnya juga kembali buat masyarakat.

Sekretaris Bagian Perekonomian Sekda Kabupaten Sidoarjo Saka fathi menjelaskan,penggunaan DBHCHT untuk tahun anggaran tahun 2021 diprioritaskan untuk dana kesehatan dan karyawan pabrik rokok melalui dana BLT,serta Dinas Perekonomian Sidoarjo ikut memantau pergerakan tumbuh kembangnya Cukai/Pabrik Rokok yang ada di Kabupaten Sidoarjo,sinergisitas antar Kedinasan di Kabupaten Sidoarjo tetap terjalin,pungkasnya.

Sosialisasi kali ini pengawasan dari Satpol PP Kabupaten Sidoarjo M.Hisyam beliau menjelaskan,tugas melakukan pengawasan termasuk penindakan terhadap kegiatan usaha yang meliputi penjual/pedagang rokok asongan atau yang menetap di sebuah kedai,bahkan dengan sinergitas, kita lakukan operasi/operasi yustisi guna untuk memantau pergerakan masyarakat apabila suatu saat kita temukan beredarnya rokok ilegal, juga pengawasan di bidang perizinan yang antara lain SIUP dan lain sebagainya untuk perusahaan berskala besar atau kecil,”tutur Hisyam.

Pemateri/Narsum dari Direktorat Bea Cukai Juanda Tita Puspita Lundiana menjelaskan, bahwa pengertian cukai adalah pungutan negara yang dikenakan terhadap barang yang mempunyai karakteristik, dan sifat tertentu yang sudah diatur dalam Undang-Undang Pasal 54,29 ayat 1,dan Pasal 56 UU RI tentang cukai. Misalnya, rokok, minuman keras, yang perlu diawasi sebab pemakaiannya berdampak negatif bagi masyarakat.

Bagi warga masyarakat Desa Simoangin-angin sebelum merokok kenalilah dulu rokok tersebut, juga kenalilah hologramnya, guna mengetahui rokok tersebut asli/palsu,apabila warga masyarakat Desa Simoangin-angin menemukan rokok ilegal yang beredar di pedesaan harap dilaporkan ke nomor bea cukai.

Lanjut Riski I. S, DJBC, hasil pungutan cukai selanjutnya dilakukan bagi hasil antara pemerintah pusat dan daerah. Nilai bagi hasil ini sekitar 2% dari penerimaan cukai selama satu tahun bagi provinsi penghasil tembakau. Bagi penggemar rokok,sebelum menikmati atau membeli rokok,kenalilah dan cek terlebih dahulu pita cukai rokok yang ada hologramnya,pintanya.

“Lanjut,dengan berjumlah Rp 20 miliar yang pembagiannya sudah diatur 50% untuk kesejahteraan masyarakat di mana – mana, 20% untuk penegakan hukum, dan sisanya untuk kesehatan,”pungkas Risky.

Merokok sendiri bisa mengganggu kesehatan, tapi ternyata bisa untuk membantu menaikkan fasilitas ketenangan, Jadi semua itu pilihan bagi warga masyarakat.

“Sebenarnya cukai itu bebannya kepada user (perokok), tapi sistem pembayaran cukainya ditalangi dulu oleh perusahaan rokok masing-masing, tapi setelah dijual ke masyarakat, user (perokok/konsumen) yang membayar,”tuturnya.

Namun, yang jadi masalah, ada rokok ilegal, di mana pabrik rokok tidak membayar cukai atau memakai pita cukai palsu. “Karena itu, masalah ini sangat penting kita bahas dan pemberantasan Rokok ilegal dibagi menjadi berkelompok.

Pertama,perusahaan tidak mempunya izin atau produksinya tidak berizin, yang kedua tentang rokoknya sendiri, rokok tidak sesuai dengan kebutuhan cukai. Ada empat macam jenis rokok ilegal, yakni yang pertama dengan pita cukai palsu, kedua rokok pita cukai bekas, ketiga rokok dengan pita cukai berbeda,di pita cukai ada informasi keterangannya tentang jumlah batangnya, perusahaan yang produksi serta golongan berapanya ini semua ada di pita cukainya.

Terakhir rokok polos, maksudnya rokok tanpa pita cukai, ini sanksinya juga pidana dengan hukuman minimal satu tahun, Harapannya dengan kegiatan sosialisasi pencegahan dan pemberantasan rokok ilegal ini, Tita berharap warga sekitar ikut memantau rokok ilegal,toko rokok berperan aktif memberi informasi bila ada rokok yang dijual dengan pita cukai polos atau palsu.

“Lebih lanjut,warga bisa menginfokan ke kantor Bea Cukai/ Satpol PP tentang rokok ilegal. Adanya DBHCHT memang diwajibkan untuk sosialisasi seperti ini,fungsinya untuk mengurangi peredaran rokok ilegal khususnya di Kabupaten Sidoarjo,bahkan di seluruh Indonesia.

Target tahun 2021 /2022 pelanggaran rokok ilegal sirna bisa mendekati angka 5%, sedangkan dari ibu menteri targetnya 1 % ,sosialisasi pemberantasan harus digencarkan jadi persentasinya makin kecil, jadi adanya pelanggaran rokok ilegal akan pupus,pungkasnya. Sulton

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top