Liputan Lintas Nasional

Lakukan Reses, Awaludin Rado: Pendidikan dan Kesehatan Harus Menjadi Perhatian Bersama

MALUKU TENGGARA – persbhayangkara.id MALUKU

Mencerdaskan kehidupan bangsa, adalah tugas dari pemerintah seperti tertuang pada ‘UUD 1945 pasal 31 ayat 2. Bahwa pendidikan yang dimaksud harus diusahakan dan diselenggarakan oleh pemerintah. Sebagai salah satu sistem pengajaran Nasional, serta untuk mencerdaskan kehidpan bangsa.

Tapi, sepertinya hal tersebut belum dirasakan pada salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Maluku Tenggara. Provinsi Maluku

Beradasarkan Reses yang dilakukan sejumlah anggota DPRD Maluku Tenggara (Malra). Memperlihatkan buruknya penyelenggaraan pendidikan, tepatnya di Desa Wasor, Kecamatan Kei Besar Utara Timur

“Nah bagemana dunia pendidikan kita akan berkembang, kalau satu sekolah hanya terdapat satu Guru. Itupun rangkap jabatan.”sesal Awaludin Rado anggota DPRD Malra yang ditemui dirumahnya (20/10)

‘Rado juga bilang, kalau kondisi pendidikan di sana sangat memprihatinkan.

Pria yang sudah selama 2 periode itu, begitu heran dan kaget saat melakukan Reses bersama beberapa rekan kerjanya. Dikarenakan, selain tenaga guru yang minim, juga bangunan sekolah yang dinilai tidak layak ditempati

“Disini saya mau bilang kalau Reses yang kami lakukan ini, ialah untuk mengunjungi daerah pemilihan. Dalam rangka, untuk menyerap aspirasi dari masyarakat. Nah ini salah satunya,”ungkap Awaludin

Selain dunia pendidikan `Awaludin juga menyampaikan kalau masalah yang sangat serius adalah Kesehatan

“Sektor kesehatan juga mengalami hal yang sama terutama adalah para petugas medis. Yang mana, dalam kerjanya ini, tidak kemudian turun ke desa-desa di wilayah tersebut. Akan tetapi, lebih banyak memilih berdiam diri di Puskesmas, padahal kita tau bersama bahwa masih banyak Desa yang memerlukan bantuan medis yang ada di wilayah itu,”katanya

Dia juga menambahkan kalau keluhan-keluhan dimayarakat masih banyak sekali.

Menyinggung soal 50 unit ‘MCK yang saat ini dekerjakan oleh salah satu kontaktor itu. Awaludin menyebutkan, kalau pekerjaan yang dikerjakan hanya 2 unit saja. Padahal laporan yang diterima sudah 100%.

“ini juga bagian dari sanitasi lingkungan, yang berhubungan dengan kesehatan nantinya,”tambah Rado

Sementara itu katanya lagi, pekerjaan yang dilakukan sangat kaco balo. Padahal diketahui bersama, bahwa anggaran yang disediakan antara 5-7 juta untuk tiap ‘MCK

“kalau soal siapa yang menangani ini, saya tidak berani mempublikasikan. Karna saya belum mempunyai data yang autentik,”mirisnya

Punlihsed by (Jhon)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top