Kronik polri

Polresta Palangka Raya Jelaskan Kronologis Pemuda yang Gantung Diri

PALANGKA RAYA – persbhayangkara.id KALIMANTAN TENGAH

Warga di kawasan Jalan Pangeran Samudra, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, dihebohkan akan peristiwa ditemukannya seorang pemuda yang nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Piket SPKT Polresta Palangka Raya dan Polsek Pahandut, Polda Kalteng pun dengan segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah menerima laporan dari masyarakat akan terjadinya peristiwa tersebut, Jumat (15/10/2021) sore.

Setibanya pada TKP tersebut, Kanit III SPKT, Aipda Sugeng Yudianto bersama rekan-rekannya pun melakukan Tindakan Pertama pada Tempat Kejadian Perkata (TPTKP) serta menghimpun informasi dari para saksi dan warga setempat.

“Korban merupakan seorang pemuda berinisial MR (19), ditemukan oleh pihak keluarga dan warga setempat telah dalam kondisi tak bernyawa dengan keadaan gantung diri,” ungkap Aipda Sugeng, Sabtu (16/10/2021) pagi.

Peristiwa naas tersebut pun bermula pada saat ibu korban mencari keberadaannya sekitar pukul 16.45 WIB di hari itu, sebab dirinya khawatir akan korban yang tidak kunjung pulang ke rumah dari mulai Hari Kamis (14/10/2021) siang.

“Pihak keluarga sempat menanyakan keberadaan korban kepada teman maupun warga penghuni barak setempat namun hasilnya nihil, hingga akhirnya jasad MR pun ditemukan dalam WC umum pada kawasan barak tempat tinggalnya,” jelas Sugeng.

Sebelum menemukan jasad MR, ibu korban yang kebetulan mendekati WC umum tersebut curiga karena melihat ada seuntai tali menjulur dari bagian atap dan kemudian memanggil suami, keluarga dan warga setempat untuk membuka pintu WC tersebut.

“Saat ditemukan pertama kali, jasad korban telah dalam keadaan leher tergantung seuntai tali, yang kemudian diturunkan oleh pihak keluarga untuk dibawa ke tempat tinggalnya,” tutur Sugeng berdasarkan keterangan para saksi dan keluarga korban.

Peristiwa itu pun segera dilaporkan oleh pihak keluarga kepada pihak Polresta Palangka Raya dan Polsek Pahandut sekitar pukul 17.00 WIB, yang kemudian dievakuasi ke RSUD Doris Sylvanus bersama dengan Tim ERP menggunakan mobil ambulans.

“Berdasarkan hasil visum dari Pihak Medis RSUD Doris Sylvanus, diketahui bahwa meninggalnya korban murni disebabkan akibat gantung diri, serta tidak ditemukan adanya tanda maupun bekas kekerasan pada jasad,” pungkas Sugeng. (pm/mal- mah)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top