Liputan Lintas Nasional

Sekdaprov Jatim Berharap Tahun 2022 Jatim Peroleh TPID Award

SURABAYA – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Prov Jawa Timur Heru Tjahjono dalam arahannya saat memimpin Rakor TPID 2021 secara daring

Pemprov Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2021 secara daring pada, Kamis (14/10/2021).

Plh Sekretaris Daerah (Sekda) Prov Jawa Timur, Heru Tjahjono, dalam arahannya saat memimpin Rakor TPID 2021 mengatakan, TPID Provinsi Jawa Timur harus bisa menjadi TPID terbaik dan mendapat TPID award tahun 2022. Oleh karena itu diperlukan komitmen dan sinergi kerja keras segenap anggota TPID Provinsi Jawa Timur guna mewujudkan harapan tersebut.

Sekda Heru Tjahjono juga menyampaikan apresiasi terhadap sinergitas kelembagaan TPID di lingkup Provinsi Jawa Timur yang telah bekerja keras dan mencapai prestasi dalam mengendalikan inflasi Jawa Timur. Dengan demikian pada acara rapat koordinasi nasional TPID pada 25 Agustus 2021 yang lalu TPID Jatim menjadi salah satu nominasi TPID terbaik untuk wilayah Jawa Bali.

Dikatakan Heru, ke depan prestasi ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan sehingga TPID Jawa Timur Tahun 2022 dapat memperoleh penghargaan yang terbaik.

“Untuk mencapai prestasi tertebut tetunya diharapkan setiap anggota TPID berinovasi berinergi untuk menjalin komunikasi efektif antar lembaga,” katanya.

Dalam arahannya Heru Tjahjono menyampaikan, tantangan ke depan terkait dengan pengendalian inflasi sangat kompleks. Satu pengendali inflasi khusus volatile food dan komoditas pangan sangat dipengaruhi oleh musim sehingga perlu inovasi baru agar terjadi keseimbangan antara Supply (penawaran) dan Demand (permintaan) komoditas strategis.

Oleh sebab itu TPID dituntut untuk selalu mengembangkan inovatif yang mampu menjadi alat stabilisator inflasi daerah. Pada saat ini ada diperan UMKM pangan berbasis digital dan mengoptimalkan kerja sama antara daerah surplus defisit komoditas strategis untuk mengurangi disparitas harga dan efisiensi distribusi.

“Perlu diperhatikan bahwa UMKM pangan berbasis digital ini memang harus betul-betul melakukan situsional terhadap kondisi yang ada di daerah,” tururnya.

Selain itu, juga perlu diingatkan kembali bahwa saat ini telah tersedia aplikasi untuk mendukung percepatan penyusunan laporan pengendalian inflasi yang berbasis website. Untuk meningkatkan penguatan TPID Jawa Timur dari sisi administrasi maka setiap anggota TPID lebih disiplin melaporkan.

“Ini yang penting, laporan kadang-kadang kita agak lambat dan kurang disiplin. Melaporkan program kegiatan yang berhubungan dengan inflasi,” katanya.

Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Jatim, Iwan, menyampaikan bahwa pada Rakor TPID 2021 ada beberapa catatan penting dalam upaya terkait dengan kinerja depan. Sebagaimana kita ketahui bahwa inflasi Di Jawa Timur Tahun 2022 perkirakan sesuai target 3 plus minus 1%.

Hal ini tentunya bisa menjadi modal utama penilaian TPID award dalam rangka meningkatkan penilaian TPID award perlu memperkuat dokumen inovasi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.

Sementara inovasi digitan sangat diperlukan terkait dengan abdit data dalam tugas utama dalam pelaporan kinerja dalam pengendalian inflasi.

Menyusun kebijakan pengendalian inflasi kinerja pengendalian strategi yang dipakai telah ada koordinatornya dari masing-masing OPD.

Perlunya melakukan koneksi antar daerah yang tadi mungkin intermediator itu sebagai upaya yang menurutnya aplikatif disparitas harga di Jawa Timur.sehingga upaya disparitas harga Jawa Timur Sehingga Jawa Timur ke depan bisa menjadi TPID award 2022. Komitmen ini memerlukan dukungan dan seluruh OPD, BI dan Bulog. Tentunya tim dari sekretariat daerah akan bekerja lebih keras lagi untuk mewujudkan arahan dari para Pimpinan. Sulton/hms

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top