Liputan Sosial Masyarakat

66 Ha Sawah dan Empang Milik Hj Andi Zamsah Petta Isa di Barru Jadi Rebutan?

BARRU – persbhayangkara SULAWESI SELATAN

Kemenakaan dari, Haja Andi Zamsah Petta Isa, yakni Andi Mapa Yusoef.K (Petta Baso) kepada sejumlah awak media di Soraja (Rumah Adat) Wiringtasi Kel. Mangkoso, Kec. Soppeng Riaja Barru, Jumat (8/10/2021) sore menceritakan tentang harta peninggalan tantenya berupa sawah, empang dan kebun yang luasnya kurang 66 Ha.

Menurut Andi Mapa Yusoef.K, “Sebelum Haja Andi Zamsah Petta Isa meninggal dunia, beliau telah membuat catatan tentang harta peninggalannya. Berdasarkan catatan itu, keluarga bermohon kepada Pengadilan Agama Barru untuk melakukan putusan/ penetapan.”

“Maka lahir putusan/penetapan, Reg.nomor: 105 / P / 1989 dalam perkara Ahli Waris antara H.M.Yusuf Andi Dagong dan Hj Andi Empong Petta Aji,” ungkap, Haji Andi Mapa Yusoef.K.

Lanjut Dia menceritakan, ‘Haja Andi Zamsah Petta Isa,
meninggal dunia di Wiringtasi. Kelurahan Kiru-kiru Kecamatan Soppeng Riaja Kabupaten Barru pada tanggal 22 Nopember 1988.”

“Almarhuma tidak meninggalkan anak terus ke atas, tidak meninggalkan suami karena suaminya telah meninggal dunia, hanya meninggalkan dua orang kandung seorang laki-laki dan seorang perempuan. Masing-masing bernama : laki laki HM Yusuf Andi Dagong, dan perempuan Haja Andi Empong Petta Aji,” tulisnya.

Selain itu (Alm) juga meninggalkan empat orang saudara sebapak (lain ibu) masing masing bernama, Hj Andi St. Hawa, H.M Sadiq Daeng Mangun, Hj. Andi St. Hafsah dan Andi Saleha. Ada pun Andi Meddiawa Petta Lawallu, lebih dahulu meninggal dunia meninggal dunia pada tahun 1940.’

Andi Mapa Yusoef K, yang akrab disapa Petta Baso ini melanjutkan ceritanya, “Bahwa untuk menjaga keharmonisan dalam lingkungan keluarga, maka kedua ahli waris yang telah mendapat bagian, Haji M.Yusuf Andi Dagong Petta Sopeng dan Haja Andi Empong Petta Aji dari Alm Haja Andi Zamsah Petta Isa.
Dan atas ihtiarnya kedua ahli waris tersebut menghibakan, Pertama, sebahagian kesemua ahli wahris mahjub.(tidak mendapat bahagian farduh dan ahsabah).
Kedua, Sebahagian dihibahkan ke lembaga sosial dan kesejatraan keluarga Almarhuma.”

“Dan perlu diketahui semua ini tertuang didalam putusan/penetapan Pengadilan Agama Barru,” imbuhnya.

Menjawab pertanyaan media, salah satu keturunan Raja Gowa, anak dari Haji Andi Bali I Mallombasang Karaengta Lemba Parang ini, mengatakan, ‘Semasa hidup Haja Andi Zamsah Petta Isa, memberi amanah(lisan) kepada H.M Sadiq Daeng Mangun untuk menjaga dan mengelolah lahan seluas 18, 42 Ha.”

Dia menambahkan, “Tertuang juga dalam putusan bahwa, untuk kepentingan sosial/amal jariah seluas 10, 31 Ha, dan untuk kepentingan kesejatraan keluarga seluas 8,11 Ha.”

“Sepeninggal Daeng Mangun, amanah ini langsung diambil alih oleh salah satu anaknya, insial HS tanpa berkordinasi dengan ahli waris,” ucap Petta Baso.

“Cilakanya, kurun waktu, kurang lebih 9 tahun amanah ini disalahgunakan. Tidak ada laporan yang jelas soal hasil. Bahkan ada yang sudah dibalik nama dan lebih parah lagi, ada yang telah dijual. Oleh karena itu para ahli waris mengambil alih pengelolaannya dan sekaligus melakukan pelaporan ke Polres Barru dengan nomor LP 13,” tegas Petta Baso.

Sebelum usai bincang-bincang Petta Baso mengajak awak media untuk melihat langsung lokasi.(Andi Akbar Raja/M Said Welikin)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top