Liputan Lintas Nasional

Jadi Petani Bawang, Mantan Wartawan di Kota Tual Mendapatkan Support Walikota

TUAL – persbhayangkara.id MALUKU

Manfaatkan lahan tidur, seluas enam ( 6 ) hektare, wartawan di Kota Tual tanam bawang merah. Dan dihari ini Jum’at (08/10/2021) dilakukan panen raya

Panen raya berdasarkan rilis media ini, merupakan pertama kalinya dan lansung dihadiri Walikota Tual `Adam Rahayaan S.Ag, Wakil Ketua DPRD Ali Mardana dan sejumlah pejabat di daerah tersebut

“Disini saya mau bilang kalau menjadi petani janga malu dan gusar. Karena ini adalah pekerjaan mulia,”sebut Walikota Rahajaan dilokasi panen raya dilakukan

Dia juga bilang bahwa jadi petani tidak usah ragu, apalagi dengan sebutan kelompok tani Pribumi Jaya. Menurutnya, itu akan memberikan motifasi dan membangun semangat masyarakat yang berada disekitar tempat mereka bertani.

Sehingga menjadi tanggung jawab dari Pemkot Tual, untuk selalu berupaya mendukung para petani.

Disamping itu, `Rahayaan sampaikan bahwa bantuan yang yang diberikan, berupa pupuk, bibit dan sejumlah alat-alat yang mendukung kelancaran produktifitas pertanian.

Sementara ditempat yang sama, pria yang pernah bertugas sebagai Jurnalis itu, menyampaikan bahwa, dia bersama para petani lainya terkendala pada harga pupuk yang terbilang cukup tinggi. Tetapi dirinya juga berterima kasih kepada Pemkot Tual, yang telah memperhatikan lahan tidur yang sudah digarapnya itu

“Saya adalah salah satu mantan Jurnalis dan juga aktifis Kota Tual, melihat kondisi seperti ini, saya secara pribadi merasa terpanggil. Yang mana, untuk bisa memberikan rangsangan kepada masyarakat maupun para petani yang ada di Desa Saya,”kata `Nisar Sather

Sather menambahkan, kalau selama ini hanya melihat petani yang berasal dari luar daerah, untuk itu dia sangat yakin sekali dengan potensi daerah dan berharap bisa memanfaatkan itu.

Dia juga mengajak masyarakat yang ada di desanya untuk memanfaatkan lahan tidur, yang berada di Desa Ohoitel, Kecamatan Dullah Utara, Kota Tual

“Jujur disini saya katakan kalau pekerjaan penggarapan sampai pada proses panen, dilakukan dalam jangka waktu satu Tahun empat bulan,”terangnya

Sembari bilang kalau dulunya, tempat ini ialah hutan dan telah merubahnya. Itupun dikatakan, bahwa semua berkat bantuan dari Bapak`Adam Rahayaan selaku Wakilkota Tual. Yang mana merobek kantong pribadinya, untuk pembelian bibit, mesin traktor, pipa dan selang air

“Jadi untuk pembibitan bisa mencapai tujuh puluh hari. Tapi karna ini pengembangan untuk pemasaran, sehingga hanya membutuhkan enam puluh hari mulai dari penanaman sampai panen dihari ini,”bilangnya

Sather berharap, agar kiranya masyarakat bisa mengikuti jejaknya. Dan bersama-sama memajukan usaha dibidang pertanian

Publihsed by (Jhon)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top