Kronik polri

Nenek Rosmiati Takut Pulang ke Rumahnya di Mangadu Takalar

TAKALAR – persbhayangkara.id SULAWESI SELATAN

Agustus adalah bulan penuh berkah bagi semua anak negeri ini, karena setiap tanggal 17 Agustus, kita merayakan hari kemerdekaan, dengan suasana gembira.

Namun suasana gembira tidak dirasakan, justru sebaliknya rasa takut menerpa seorang janda tua bernama Hj Rosmiati Daeng Puji di Kelurahan Mangadu Kec. Marbo, Kab.Takalar Propinsi Sulawesi Selatan.

Nenek Puji sapaan Hj Rosmiati kepada wartawan Pers Bhayangkara di rumahnya di Kelurahan Mangadu mengatakan, “Sudah belasan tahun saya tinggal di rumah ini, baru kali ini saya merasa takut sekali masuk ke dalam rumah saya sendiri.”

“Jujur hari ini Minggu (22/8/2021) saya agak berani masuk ke rumah ini karena ada ditemani wartawan. Karena sejak dinding dapur sebelah kanan dirusak (dijebol) yang diduga dilakukan lelaki berinsial IR, pada hari Jumat (20/8/2021) sebelum solat Jumat, saya tidak berani masuk ke sini,” ungkap Nenek Puji.

Menurut Nenek Puji, “Ada hikma dibalik kedatangan wartawan Pers Bhayangkara di rumah ini, karena baru saya ketahui bahwa ternyata dua kali terjadi pengrusakan dinding rumah saya ini.” seraya Dia menunjuk dinding dapur bagian belakang yang jebol.

Lanjut Dia, mengatakan, “Kejadian pengrusakan pertama, ada cucu perempuan saya yang bernama Icha lagi mandi, begitu mendengar bunyi pukulan palu menerpa dinding, Icha bergegas mengambil gambar vidio melalui HP-nya.”

“Setelah dinding jebol, terlihat lelaki insial IR menghidupkan motornya kemudian meninggalkan tempat kejadian,” imbuhnya.

Menjawab pertanyaan wartawan Pers Bhayangkara isteri Mendiang Haji Lallo ini mengatakan, “Tanah seluas
5×10 m, diberikan oleh ibu Bacce Siang kepada Mendiang H Lallo, suami saya karena telah menyekolahkan anak lelakinya bernama Ilyas Daeng Rewa di BPLP Barombong. Dan pemberian itu kalau tidak salah ingat terjadi pada tanggal 15 November 2007.”

Dia menambahkan, “Bukan hanya soal kerusakan tetapi ketakutan yang menimpa diri saya dan cucu -cucu, apalagi mereka masih anak-anak.”

Sementara itu, Konfirmasi soal pengrusakan yang diduga dilakukan lelaki insial IR, yang dikirim wartawan Pers Bhayangkara via WhatsApp Senin (23/8/2021) ke Babinkamtibmas Kelurahan Mangadu Bripka Sulaeman.P, tak merespon pesan tersebut.

Terpisah, Pensehat hukum Hj Rosmiati Daeng Puji, Jufri SH, melalui telpon Selasa (24/8/2021), mengatakan, “Soal pengrusakan rumah, dan rasa takut yang dialami Nenek Puji, kami telah melakukan ke pengaduan ke Polda Sulsel pada hari Senin(23/8/2021),”

“Dalam kasus ini dua orang laki-laki jadi terlapor, masing insial IR dan AKR. Dan semua barang bukti telah kami serahkan ke polisi, tinggal menunggu kerja penyidik,” terang Jufri.

Menurut lelaki yang pernah jadi Pelaut ini ada, beberapa alasan mengapa persoalan ini diserahkan ke aparat penegak hukum. Pertama, “Tidak boleh seorang pun di negeri ini memaksakan kehendak kemudian main hakim sendiri.”

Kedua, “Tidak boleh ada seorang pun negeri atas nama apapun, untuk kemudian seenaknya merusak barang milik orang lain.”

Ketiga, “Klein kami Nenek Puji, sudah tinggal dengan aman di rumahnya, secara turun-temurun bersama cucunya yang masih dibawah umur, namun sekarang meninggalkan rumah tersebut karena takut,” tutup Jufri.(M.Said Welikin/Andi Akbar Raja)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top