Liputan Lintas Nasional

Akibat Terlambatnya Hasil Visum, Keluarga Sesalkan Pihak RSUD KS Langgur

TUAL – persbhayangkara.id MALUKU

Kejadian ini bermula ketika salah satu korban pemukulan, yang terjadi pada seorang anak di Kompleks lorong AS’3, Jln Taar Baru, Kelurahan Ketsoblak. Kecamatan Dullah Selatan Kota Tual.

Aksi koboi yang dilakukan, kemudian membuat Justen Devi Rahanwarin (14) mengalami luka pada bagian hidung dan bagian tubuh lainya. Aksi diduga, terjadi pada Selasa ( 03/08/2021 ).

Pihak keluarga pun, langsung melaporkan hal tersebut ke SPKT Polres Tual. Dan disitulah dimulainya proses pemeriksaan terhadap Justen.

Setelah dilakukan pemeriksaan, Justen langsung di bawa ke Sat Reskrim. Serta langsung diserahkan ke bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)

Tapi malangnya, sampai hari ini Penyidik ​​masih belum bisa melakukan tindakan apapun kepada pelaku.
Dikarenakan harus menunggu hasil Visum Et Repertum dari pihak RSUD Karel Sadsuitubun Langgur

“Trus trang saya pribadi dan keluarga sangat merasa kecewa, kejadianya sudah sekitar 2 minggu yang lalu. Malangnya, hasil dari Visum yang dilakukan, baru dikeluarkan pada ’18/08/2021,”ucap Ayah korban Alexander Rahanwarin kepada media ini Jum’at (20/08)

Alex sapaan dari ayah korban itu, sangat menyayangkan sikap dan tidakan dari pihak RSUD Karel tersebut, lebih khususnya kepada Dokter yang menangani Visium, lantaran lama sekali mengeluarkan hasil Visium

Dia juga meminta agar sekiranya kasus yang di derai anaknya itu, bisa tuntas dalam waktu yang tidak terlalu lama

“Kasihan anak kami yang baru berumur ’14 Tahun. Nasibnya sudah seperti ini, tolong kami Pak Polisi,”pintanya dengan raut wajah yang sangat sedih sekali

Rahawarin yang ditemui saat berada di Rumahnya itu, sempat histeris dan
dan mengeluarkan kata “Dimanakah keadilan itu”.

PLT Direktur RSUD Karel Sadsuitubun`Ahmad Asis yang sempat dikonfirmasi saat berada di warung kopi depan Dinas Kesehatan Maluku Tenggara, tidak dapat berbuat banyak. Dan hanya memberikan sepatah kata saja kepada awak media

“Saya masih harus menghubungi Dokter yang bersangkutan, dan menanyakan kenapa sampai proses mendapat Visium seperti ini,”ujar Asis

Setelah menunggu kurang lebih satu minggu lamanya, pihak keluarga juga belum mendapat pemberitahuan dari pihak RSUD

Lanjut Asis menambahkan, dirinya akan dengan cepat menyelesaiakn kondisi ini. Tapi nyatanya setelah waktu berlalu dengan sangat cepat, dan sudah memasuki dua minggu lamanya, orang nomor satu di RSUD itu tak kunjung bisa dihubungi, lantaran kesibukanya yang sangat luar bisa.

Saat ini keluarga hanya bisa pasrah, dan menyerahkan seluru proses ke pihak yang berwajib

“Sebagai orang tua dari korban, sudalah tentu saya akan menyerahkan semua proses ini kepada pihak Kepolisian,”harap Alex

Pantaun Persbhayangkara.id pada hari ini Sabtu (21/08), Sat Reskrim (PPA) Polres Tual telah melayangkan panggilan terhadap terduga. Dan diharapkan, agar terduga pelaku bisa menghadirinya.

Sebagai informasi di RSUD Karel Sadsuitubun Langgur, hingga kini masih terdapat banyak sekali hasil Visium, yang belum di serahkan ke pihak Penyidik Polres Tual.

Publihsed by (JMP)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top