Kronik polri

Kapolres Tual Bersama Dandim 1503, Akui Insiden di Desa Werlilir Bukan Rusuh, Tapi Pemalangan Jalan

TUAL – persbhayangkara.id MALUKU

Kapolres Tual, AKBP Dax Emmanuele Samson Manuputty, yang ditemui di Pores Tual. Akhirnya angkat bicara dan menyampaikan, kalau kejadian yang berlangsung pada Kamis (12/08) di Desa Werlilir, Kecamatan Kei Kecil Maluku Tenggara adalah bukan sebuah konflik, malainkan pemalangan jalan saja.

“Tentang adanya informasi yang beredar, bahwa terjadi rusuh di Desa Ohoililir, saya sampaikan sesungguhnya itu hanya bagian dari protes warga, yang kemudian melakukan pemblokiran jalan. Jadi masa memblokir jalan,”ucapnya kepada media ini di Polres Tual, Jumat (13/08)

Sesuai informasi yang diterima, pemalangan jalan yang dilakukan hanya terdapat di jalan masuk Desa itu dan jalan yang terhubung langsung ke arah bandara Karel Sasuitubun Ibra.

Lanjut katanya, yang berhubungan dengan Kamtibmas adalah pihak Kepolisian. Dan yang bisa mengeluarkan statement adalah dari kami.

Untuk itu, sebagai orang nomor satu di Polres Tual. Maka Kapolres Manuputty menegaskan, bahwa akan berlaku yang seadil-adilnya bagi mereka yang membutuhkan bantuan dan perlindungan secara hukum.

Menambahkan pula, bahwa dirinya tidak akan segan-segan memproses sitiap orang yang melanggar aturan.

“Saya tambahkan juga, bahwa kepolisian Resor Polres Tual, akan menindak siapa saja yang terlibat dan terbukti malawan hukum,”tambahnya

Berdasarkan pantauan Persbhayangkara.id sedianya Kapolres yang baru saja bertugas pada Senin (09/08) di Polres Tual, menyampaikan kalau saat proses pemalangan yang dilakukan, pihak Kepolisian Polres Tual, dibantu Kodim 1503 langsung menuju kelokasi, untuk melakukan mediasi dengan para warga

“Dari hasil negoisasi, yang saya lakukan bersama dengan Dandim. Membuat warga akhirnya membuka kembali bloke yang sudah dipasangkanya itu,”ujarnya

Dikesempatan yang sama,`Dandim 1503 Letkol Mario Christian Noya membenarkan hal tersebut, bahwa saat pemalangan terjadi dirinya langsung turun kelokasi, dengan mengarahkan 10 orang personel untuk membantu Polres Tual

“Jadi adapun personel yang saya turunkan untuk pengaman sebanyak 10 orang untuk Desa Werlilir, ditambah dengan yang ada di Elat. Sehingga semua maksimalnya satu Pleton plus,”ujar Noya kepada media ini Via telpon, tadi sore

Sebagai informasi, bahwa selain pemalangan yang terjadi di Desa Werlilir. Ada juga aksi pengrusakan dan pembakaran yang terjadi di Elat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra)

Noya berharap agar apapun itu, marilah bersama-masa meciptakan suasana yang aman dan nyaman, terlebih lagi terhadap keputusan Pemerintah. Maka marilah kita menyelesaikan, sesuai dengan mekanisme yang berlaku.

“Dan jangan pernah berfikir kalau mekanisme yang sedang dijalankan itu lambat, atau segala macam. Padahal dicoba saja belum, dan dilaksanakan juga belum,”pungkasnya

“Sehingga apapun aturan yang berlaku tetaplah harus dipatuhi, serta tidak mengganggu kepentingan orang lain, terlebih lagi keamanan dan ketertiban masyarakat atau Kamtibmas,”sambungnya

Dia juga membeberkan kalau ini bukan konflik. Yang terjadi di Werlilir, sesunghuhnya adalah pemalangan jalan saja. Dan bilang, kalau ini adalah bagian dari ketikpuasan warga atas pelantikan Kepala Desa yang dilakukan pada hari kemaren, begitu juga dengan di Elat Kei Besar.

Sejak brita ini diturunkan situasi di Desa Werlilir sudah seperti sediakala, begitu juga di Elat Kecamatan Kei Besar. Dan Polisi masih terus mendalami kasus pembakaran yang dilakulan oknum tidak bertanggung jawab.

Adapun bangunan yang terbakar di Elat berupa satu ruangan tempat perekaman data E-KTP pada Kantor Camat Kei Besar.

Publihsed by (Jhon)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top