Liputan Seputar Kriminal

Ditreskrimsus Polda Jatim Bekuk Pelaku Ilegal Akses (Hacker)

SURABAYA – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

28 Juni 2021,Segenap jajaran Ditreskrimsus Polda Jatim tanggal 19 April 2021, Unit III Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jatim menggelar konferensi pers tentang tindak pidana mengakses komputer/sistem elektronik milik orang lain dengan cara apapun (ilegal akses/hacker) yang merupakan hasil pengembangan dari ditangkapnya tersangka HTS selaku penampung data Ilegal akses (koordinator) di Bandara Juanda Surabaya.

Tindakan tersangka telah melanggar,sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 48 Ayat (2) UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau Pasal 480 KUHP dan atau Pasal 55 dan 56 KUHP.Waktu Kejadian tersebut diketahui pada bulan April 2021.

“Diketahui inisial identitas Tersangka ialah,FSR (Bekasi),AZ (Jakarta).

Modus Operandi
Tersangka, FSR sebagai penyedia layanan rekening bersama (rekber). Dalam hal ini tersangka FSR memfasilitasi tersangka HTS, (telah ditangkap lebih dulu) dan PS (DPO) dalam melakukan transaksi jual beli data CC (credit card/kartu kredit).

Tersangka HTS dan PS sepakat menggunakan rekber;
Tersangka FSR membuat grup Facebook Messenger Done sebagai sarana komunikasi antara penjual, pembeli, dan penyedia rekber,Tersangka HTS transfer dana ke rekening bersama milik Tersangka FSR,
Konfirmasi dana masuk ke rekening bersama,lalu PS kirim data CC (credit card/kartu kredit).

HTS konfirmasi penerimaan barang,dan tersangka FSR selaku penyedia rekber transfer dana ke PS,lalu PS konfirmasi dana masuk,tersangka FSR menerima komisi sesuai kesepakatan,lanjut FSR menghapus grup Facebook Messenger Done.

Tersangka AZ sebagai pengirim data email (email result) ke tersangka HTS berupa alamat dan password email yang jika diakses email tersebut berisi data pribadi dan data perbankan (data CC) milik warga negara asing. Data email dari tersangka AZ termasuk dari sekumpulan data CC yang ditampung oleh tersangka HTS yang selanjutnya diteruskan ke tersangka AD untuk diolah sedemikian rupa.

Kronologis Kejadian
Tersangka FSR dan tersangka AZ ditangkap berdasarkan hasil pengembangan dari keempat tersangka yaitu tersangka HTS, dkk yang sebelumnya telah ditangkap oleh anggota Unit III Subdit V/Siber Ditreskrimsus Polda Jatim di beberapa tempat yang berbeda.

Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka HTS dihubungkan dengan barang bukti yang ada, diperoleh petunjuk yang mengarah kepada tersangka lainnya yaitu tersangka FSR yang memiliki peran sebagai penyedia layanan rekening bersama (rekber) dan berhasil diamankan oleh petugas di Kabupaten Bekasi.

Pemeriksaan terhadap tersangka HTS juga mengarah kepada tersangka lainnya yang memiliki peran sebagai data email (email result) ke tersangka HTS selanjutnya Petugas mengamankan tersangka AZ di Jakarta.

Tersangka FSR sebagai penyedia layanan rekening bersama (rekber). Dalam hal ini tersangka FSR memfasilitasi tersangka HTS (telah ditangkap lebih dulu) dan Sdr. PS (DPO) dalam melakukan transaksi jual beli data CC (Credit Card/kartu kredit) dengan kesepakatan tertentu. Tersangka FSR mendapat keuntungan dari transaksi yang telah dilakukan oleh tersangka HTS dan Sdr. PS.

Tersangka HTS sebagai koordinator dalam hal ini telah menampung seluruh data yang diperoleh dari tersangka RS, tersangka RH, dan tersangka AZ yang berperan sebagai penyedia data akun bank, data email serta data CC milik orang lain yang selanjutnya oleh tersangka HTS dikirimkan kepada tersangka AD selaku eksekutor untuk diolah menjadi suatu produk yang menghasilkan/diuangkan.

Sedangkan tersangka AD selaku eksekutor dalam hal ini berperan mengolah seluruh data yang dikirim dari tersangka HTS untuk dijadikan kode voucher Indodax yang dapat digunakan dan dikonversikan menjadi mata uang kripto (mata uang digital ex. bitcoin).

Dalam perbuatan yg dilakukan para tersangka tersebut yaitu menyediakan data yang digunakan untuk membuat Akun Paxful adalah data milik orang lain. Begitu juga dengan data Credit Card (data CC) dan Akun Venmo yang termuat di dalam email result tersebut adalah data milik orang lain;
Data akun layanan perbankan Bank Of America yang digunakan sebagai sarana untuk mengkonversi mata uang Kripto seperti Bitcoin dalam Akun Paxful adalah milik orang lain.

Rangkaian perbuatan tindak pidana ITE para tersangka yaitu memindahkan atau mentransfer informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik kepada sistem elektronik orang lain yang tidak berhak. Diketahui bahwa informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang dikirimkan berisi data pribadi dan data perbankan milik warga negara asing. Dari sejumlah data tersebut selanjutnya diolah sedemikian rupa untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

Sejumlah barang bukti yang diamankan disita dari tangan HTS oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Jatim,1 buah handphone android,1 buah buku tabungan BCA, 1 buah kartu BCA,1 buah kartu BTPN Jenius,Akun Facebook. Disita dari tersangka AZ,1 buah handphone android;
Akun Facebook.

Pasal yang Dilanggar
UU RI No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronika Pasal 32 Ayat (2) Jo Pasal 48 Ayat (2):
Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun memindahkan atau mentransfer informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik kepada sistem elektronik orang lain yang tidak berhak, jo Setiap orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Pasal 55 dan 56 KUHP,Pasal 55 dipidana sebagai pelaku tindak pidana:Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan yang turut serta melakukan perbuatan;
Mereka dengan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman atau penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana atau keterangan, sengaja menganjurkan orang lain supaya melakukan perbuatan.

Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan, beserta akibat-akibatnya.

Pasal 56
Dipidana sebagai pembantu kejahatan:
Mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan;
Mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.(sult/Hms)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top