Liputan Lintas Nasional

Demi Menjaga Perolehan Suara Partai Nasdem Adakan Pelatihan Bumdes

TRENGGALEK – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Di masa pandemi corona seperti ini, banyak pelaku usaha yang tumbang. Melanda siapa saja, baik pelaku usaha modal besar, menengah, dan kecil. Baik perseroan atau pun perseorangan.

Bumdes selaku badan usaha milik desa, pun terkena efeknya. Ada yang masih bisa bertahan, bahkan mampu melesat maju, hingga yang sampai tergerus gulung tikar alias bangkrut.

Pelatihan Bumdes yang diprakarsai oleh Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, bekerjasama dengan Bidang Pemberdayaan Ekonomi Pedesaan (PEP) Dinas Pemerintah Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Trenggalek, diikuti oleh 30 desa dari 14 kecamatan sekabupaten Trenggalek.

Sebelumnya pembukaan peserta pelatihan Bumdes ini dilakukan secara virtual atau zoom meeting khusus peserta dari Kabupaten Trenggalek, Jombang, Nganjuk, dan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dilaksanakan pada tanggal 21-22/6/2021.

Pembukaan kegiatan Bumdes khusus peserta dari Kabupaten Trenggalek dilakukan oleh Kepala Dinas Pemerintah Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Trenggalek, Drs. Edy Soepriyanto, Kamis (24/6/2021).

Peserta Bumdes tatap muka (24-25/6/2021) dilaksanakan di Gedung Bhawarasa Komplek Pendopo Kabupaten Trenggalek.

Jumlah peserta 40 orang. Pelatih dari Balai Besar Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BBPPMDDTT) Daerah Istimewa Yogyakarta dibantu pendamping Bumdes Kabupaten.

Dalam kesempatan pelatihan pengembangan Bumdes Angkatan ke XI tersebut, instruktur memberikan sosialisasi PP Nomor 11 Tahun 2021 tentang Bumdes dan Permendes Nomor 3 Tahun 2021.

Termasuk didalamnya materi laporan pertanggungjawaban dan laporan keuangan Bumdes, pembuatan rencana kegiatan usaha, dan lain-lain. Adapun tujuan dari materi itu, agar peserta pelatihan mampu mengelola Bumdes secara profesional, terrencana, dan terkendali.

“Diharapkan dari pelajaran yang diterima oleh peserta mampu menjadikan Bumdes sebagai Badan Usaha Milik Desa yang sehat, maju, dan berkembang,” terang Sunu, pendamping Bumdes Kabupaten Trenggalek.

Ditambahkannya, jika Bumdes dikelola dengan RKTL (Rencana Kegiatan Tindak Lanjut) akan menghasilkan Bumdes yang berdaya saing tinggi di masa pandemi.

Lebih lanjut ia mengatakan, peserta pelatihan ini ada dari Bumdes yang berkembang, stagnan, dan perlu pendampingan.

Semoga saja Bumdes yang ada beberapa kendala, setelah pelatihan ini mampu berkembang serta meningkat maju,” jelasnya.

Anggota DPR RI FNasdem Komisi V Dapil 7 Jatim (Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Trenggalek), Hj. Sri Wahyuni, mengharapkan dari pelatihan ini agar pengurus Bumdes dapat mengelola Bumdes sebaik mungkin. Jika Bumdes dikelola dengan baik dan benar, maka perekonomian di desa tersebut mampu menurunkan kemiskinan.

“Inti dari pelatihan ini adalah membuat maju perekonomian suatu desa, dan taraf hidup masyarakat meningkat, baik dari segi pendapatan maupun daya saingnya,” pungkasnya.

(bud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top