Kronik polri

Seorang Guru Ngaji Diamankan Polsek Posigadan Karena Pencabulan Anak Bawah Umur

Kapolsek Posigadan (Ipda Taufik Anis SE)

BOLMONG SELATAN – persbhayangkara.id SULAWESI UTARA

Aksi Pencabulan kembali terjadi , kali ini pelakunya yang keseharianya beraktivitas sebagai guru ngaji itu, tega melakukan hal yang tak senonoh terhadap korban murid ngaji nya sendiri, penyebab terlapor melakukan perbuatan tersebut karena untuk memperdalam agar memperoleh ilmu , pelaku melakukan perbuatan cabul di samping Masjid Desa Tonala, Kecamatan Posigadan saat pelaku mangajar korban dan temannya mengaji, pada Sabtu 05/06 pukul 11.00 wib.

Kapolsek Posigadan Ipda Taufik Anis SE, ketika dihubungi media melalui pesan singkatnya, mengatakan bahwa terlapor i (AB)61 ini dilaporkan oleh orang tua korban ke Mapolsek Posigadan pada hari Juma’at (04/06/21) diduga diduga melakukan pencabulan terhadap anaknya dengan Cara yang bejat.

Tersangka di laporkan pada hari jumaat kemarin, dan kami sudah mengamankan terlapor karena mengingat jangan sampai terjadi tindakan anarkis dari keluarga korban ” Ungkap Kapolsek dalam tulisan WhatsAppnya.

Lebih lanjut Kapolsek Posigadan Ipda Taufik Anis SE, dalam keterangannya, mengatakan bahwa terlapor yang diamankan ini adalah seorang kakek inisial AB (61) guru ngaji , warga Desa Tonala, Kecamatan Posigadan. dan sedangkan korbannya adalah anak didiknya di pengajian yang Ada di desa tersebut, yang mana korban masih di bawah umur.

Tersangka AB ini telah diamankan di rumahnya pada hari ini Sabtu 05 juni 202 sekitar pukul 11.00 WITA dan terlapor telah di amankan di Polsek oleh para petugas Unit Reskrim Polsek Posigadan.ungkap kapolsek

Kejadian tersebut terjadi pada hari Senin tanggal 31 Mei 2021 sekitar jam 19.00, dan baru di laporkan pada jumat tangal 04 Juni 2021 jam 10.00 WITA ,dan saat ini pihak polsek sedang melakukan penyelidikan dan penyidikan hanya saja masih terkendalakan dengan permintaan visum di karena dokter puskesmas belum ada di tempat, pelaku akan dikenakan pasal 82 ayat (1) undang undang no. 17 Tahun 2016 Tentang peraturan pemerintah pengganti undang undang nomor 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang undang no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 thn penjara.

(@ldyokay)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top