Liputan Lintas Nasional

Proyek Peningkatan Jalan Kerjo-Nglongsor Memasuki Tahap Gelar Aspal

TRENGGALEK – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Meski di tengah menghadapi Pandemi Covid-19, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, Jawa Timur, tetap terus menjalankan sejumlah program pembangunan fisik.

Sejumlah program pembangunan fisik yang menggunakan dana APBD (DAK), seperti Proyek Peningkatan Jalan Dalam di Kerjo-Nglongsor senilai Rp 3 Milyar lebih tersebut yang dilaksanakan oleh pihak ketiga yakni PT. Modern Makmur Mandiri, memasuki tahap gelar aspal, Kamis (4/6/2021).

Saat anggaran daerah harus dipangkas untuk kebutuhan penanganan Wabah Covid-19, salah satu program pembangunan fisik yang saat ini tengah diharapkan masyarakat, satu diantaranya adalah peningkatan jalan Kerjo-Nglongsor atau Karangan-Tugu.

Menurut warga setempat yang jalan di lingkungan tempat tinggalnya telah dilakukan pengaspalan itu, mengaku sangatlah senang.

Pasalnya jalan aspal yang hancur dan rusak tersebut, telah diperbaiki oleh Dinas PUPR Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Bahkan warga pun menutup jalan tembus selama gelar aspal yang dilakukan oleh kontraktor atau penyedia jasa.

Bahkan di sejumlah titik jalan tembus, warga menutupnya dengan drum bekas, tali plastik, ataupun batang bambu.

“Kami senang desa kami ini dapat perhatian oleh pemerintah untuk pembangunannya. Sudah lama menanti jalan ini, diperbaiki,” ucap Mahmud, yang mengaku warga setempat tersebut.

Ia mengaku, jalan Kerjo-Nglongsor ini adalah jalur lintas dua kecamatan yang dimanfaatkan oleh warga.

Hal senada juga disampaikan oleh pengguna jalan lainnya, Wito, dirinya berharap agar jalan ini mampu menjadi sarana penghubung komunikasi sosial budaya dan jalur penghubung perekonomian warga, khususnya, dan masyarakat Trenggalek, umumnya.

Bahkan fungsi pengawasan dari instansi terkait khususnya Dinas PUPR Bidang Bina Marga Trenggalek, Jawa Timur, selaku pengguna anggaran, mendampingi selama gelar aspal tersebut.

Pengawas dari penyedia jasa atau kontraktor mengatakan aspal akan kering atau bisa dilalui kendaraan, jika aspal sudah mengering.

“Waktunya antara delapan hingga dua belas jam dari kegiatan gelar aspal,” ujar Dirul.

Lanjutnya, kami sebelum mengerjakan kegiatan gelar aspal, semua material harus uji laboratorium dulu.

“Jika dinyatakan lulus oleh Dinas PUPR Trenggalek, maka kami baru berani mengerjakannya,” pungkasnya.

(bud)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top