Kronik polri

Sakit Hati, Warga Paciran Lakukan Penganiayaan dan Percobaan Pembunuhan Berencana

LAMONGAN – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Tim Sat Reskrim Polres Lamongan dan Satuan Reskrim Polsek Paciran kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana percobaan pembunuhan berencana yang terjadi diwilayah hukum polres Lamongan.

Kejadian tersebut terjadi pada hari Jum’at 19 Maret 2021 sekitar pukul 18.05 Wib dirumah korban yang berada di Ds Sidokumpul, Kec Paciran, Kab Lamongan,di mana tersangka melakukan penganiayaan menggunakan golok dan palu yang saat ini sudah diamankan oleh Sat Reskrim Polres Lamongan.

Kapolres Lamongan, AKBP Miko Indrayana didampingi Kasat Reskrim AKP Yohan Septi Hendri dan Kasubaghumas, Iptu Estu Windardi merilis ungkap kasus perkara percobaan pembunuhan dan penganiayaan berat ini. Dalam ungkap kasus ini Kapolres membeberkan beberapa fakta terkait pelaku, korban dan istri korban.

“Hari ini kita menggelar pelaksanaan tindak pidana percobaan berencana dan atau penganiyaan berat yang dilakukan oleh tersangka dengan inisial FH terhadap korban inisial Z yang terjadi di Desa Sidokumpul, Kecamatan Paciran,” beber Miko, Senin (24/5/2021).

Dari hasil pemeriksaan pada tersangka motifnya adalah tersangka merasa sakit hati terhadap ucapan yang dilontarkan oleh korban yang dinilai menghina. Sebelumnya, istri dari korban juga mempunyai hubungan dengan tersangka kemudian korban memberikan ucapan yang membuat tersangka sakit hati. Pada saat itu tersangka dalam pengaruh Miras lalu mendatangi rumah korban dan menggunakan palu dan golok untuk melakukan penganiyaan kepada korban.

“Atas kejadian itu, korban mengalami luka robek di kepala, luka robek di telapak tangan kiri, luka robek di punggung dan luka robek di lengan tangan kanan dan mengenai tulang”ujar Miko

Pelaku yang kabur berhasil diamankan petugas Sat Reskrim Polres Lamongan pada 19 Mei 2021, dengan alat bukti berupa 1golok, 1 Palu dan 1 unit sepeda motor Satya.

“Tersangka kita kenakan pasal berlapis, yang pertama Pasal 340 jo Pasal 53 KUHP dengan ancaman hukuman selama 20 (Dua puluh ) tahun penjara, Pasal 338 jo Pasal 53 KUHP dengan ancaman hukuman selama 15 (Lima Belas) tahun penjara, dan Pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman hukuman selama 5 (Lima) tahun penjara,” pungkas Miko.(Ang)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top