Liputan Berita Politik,Hukum dan Keamanan

Masih Ingatkah Kasus yang Menyeret Nama ASN Kesbangpol Malra, Begini Nasibnya Sekarang

TUAL – persbhayangkara.id MALUKU

Kejaksaan Negeri Tual, hari ini Senin (24/05) menggelar sidang kedua, dengan agenda. Pemeriksaan saksi atas kasus penganiyaan, yang terjadi beberapa waktu lalu, di Desa Fiditan Kecamatan Dullah Utara Kota Tual

Sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi ini, dihadiri oleh dua (2) orang saksi. Diantaran korban, dan juga satu (1) orang saksi lainya

Sementara dari hasil pantauan Persbhayangkara.id, sidang yang berlangsung kurang lebih 2 jam itu, di lakukan pada pengadilan Negeri Tual. Jl. Karel Sadsutuibun Kota Tual

Walaupun demikian sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN), juga diikuti ratusan pasang mata dari pihak keluarga korban. Yang pada saat bersamaan mendatangai kantor Kejaksaan Negeri Tual, yang berjarak hampir 30 meter dari ‘PN

Aksi dari pihak keluarga yang mendatangi Kejaksaan dan Pengadilan Negeri itu, adalah bentuk dari dukungan keluarga terhadap proses sidang yang berlangsung.

Hal itu kemudian diungkapkan salah satu perwakilan keluarga yang ditemui saat di Kejari Tual tadi siang, sekitar Pukul ‘12.00 WIT

“Tujuanya kami datang kesini, adalah bentuk dari dukungan. Yang mana kami adalah keluarga dari Korban,”ucap Ahmad Tamnge yang merupakan perwakilan dari keluarga Korban

Ahmad’ menjelaskan, bahwa sesungguhnya kedatangan keluarga kesini juga bertujuan mengikuti proses sidang. Akan tetapi saat ini masi berada pada kondisi Covid_19, sehingga hanya dibolehkan mengikuti dalam bentuk Virtual (Online)

“Kami sangat percaya dan menyerahkan semua proses kepada Bapak Jaksa, hanya saja kami dari pihak keluarga ingin mengetahui Pasal-pasal apa sajakah yang nantinya diterapkan pada proses persidangan,”ucapnya

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Tual, Dicky Darmawan S.H lewat Kasi IntelIwan Dermawan SH menyampaikan, bahwa dalam proses sidang akan didalami dulu, barulah penerapan pasal diterapkan

“Jadi ini tersangkanya Ibu Jumiarti alias Ibu Daeng, dan korbanya ialah Sofyan Rahakbauw ASN pada Kesbangpol Kabupaten Maluku Tenggara,”kata Iwan saat dihub Via tlp sekitar Pukul ‘19.00 WIT.

Iwan juga menambahkan kalau dalam kasus ini, sebetulnya lebih mengarah kepada Pasal 351 ayat 2, dan itu yang jadi prioritas kami

“Perlu saya jelaskan pula, bahwa akibat dari perbuatan Terdakwa, korban mengalami luka pada bagian belakang kepala. Serta harus dioperasi, dan menurut Visium Et Repertum, kejadian itu mengakibatakan luka sebesar 14 cm pada bagian belakang korban,”jelas Iwan

“Sehingga dakwaan kami, nantinya lebih mengarah ke Pasal 351 ayat 2. Walaupun nantinya dalam proses persidangan ada juga pasal-pasal yang mungkin akan kami tambahakan,”sambungya

Lanjut kata Dia, dari kejadian ini Korban mengalami cacat seumur hidup atau dengan kata lain luka berat

“Nah yang dimaksud dengan luka berat, ialah korban tidak bisa lagi melakukan aktifitasnya seperti sedia kala,”tambahnya

Iwan berharap, agar sekiranya keluarga bisa tenang dan tidak terbawa emosi. Dan juga menyerahkan semuanya kepada aparat penegak Hukum.

Lebih jelas Iwan menyampaikan kembali, bahwa proses sidang yang akan berlangsung di minggu depan sudah bisa langsung disaksikan pihak keluarga. Dan itupun Iwan menyerahkan semuanya kepada majelis Hakim, sebagai penentuan tempat, apakah di pengadilan ataukah di Kejaksaan Negeri.

Sejak brita ini dipublihkasihkan pihak keluarga korban berharap agar pelaku bisa dituntun seberat-beratnya atas tindakan yang dilakukan.

Publhised by (Jhon)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top