Liputan Berita Politik,Hukum dan Keamanan

Jaksa Masuk Sekolah, Program Tahunan Kejaksaan

LAMONGAN – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Membangun kesadaran hukum sejak dini, tidak harus menunggu setelah terjadi pelanggaran dan penindakan oleh penegak hukum. Upaya pencegahan dinilai sangat penting dan bisa dimulai dari dalam keluarga sebagai unit terkecil masyarakat. Dengan adanya kesadaran hukum, akan meminimalisasi pelanggaran, sehingga kehidupan yang ideal pun tercapai, lembaga pendidikan formal, informal, dan non formal perlu turut serta dalam mengembangkan kesadaran dan kecerdasan hukum sejak dini.

Pentingnya kesadaran hukum dikalangan anak-anak harus ditingkatkan mulai dari pendidikan. Kesadaran hukum di kalangan pelajar sangat diperlukan untuk dapat memberikan kenyamanan dan kedisiplinan di lingkungan sekolah serta lingkungan masyarakat. Usia pelajar sangat rentan terhadap pengaruh-pengaruh negatif yang akan menjerumuskan mereka pada perbuatan yang melanggar hukum. Salah satu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran hukum dalam diri pelajar yaitu dengan penyuluhan hukum dari lembaga penegak hukum itu sendiri dengan langsung menyambangi sekolah-sekolah. Seperti program kegiatan yang dilakukan oleh lembaga Kejaksaan yaitu kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Kejaksaan Negeri Lamongan dalam tahun 2021 sudah melakukan program kegiatan tahunan Jaksa Masuk Sekolah (JSM) di bulan April 2021 bertempat di SMPN 1 Kedungpring, SMPN 1 Sugio, SMPN 1 Deket dan SMPN 2 Lamongan.

Kepala Kejaksaan Negeri Lamongan Agus Setiadi ,SH,MH melalui Kasi Intel Kejari Lamongan
Rustamaji Yudica Adi Nugraha,SH mengatakan program kegiatan Jaksa Masuk Sekolah ini merupakan program tahunan kejaksaan yang lahir berdasarkan Keputusan Jaksa Agung RI Nomor : KEP-184/A/JA/11/2015 tanggal 18 November 2015, dimana tujuannya adalah untuk membentuk karakter bangsa yang menitikberatkan kepada karakter generasi muda yang senantiasa mengerti dan memahami tentang hukum dan permasalahannya.

“Tahun 2021 ini tema yang diangkat yaitu mengenai bahaya narkoba serta akibat hukumnya, tetkait dengan Anti Korupsi serta mengenai UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) penggunaan media sosial” kata Rustamaji

“Bagaimana saat mengunggah di Mensos harus ada etikanya,jangan sampai melanggar ketentuan hukum yang sudah ada,juga terkait dengan tugas-tugas jaksa dalam persidangan seperti apa”intinya kenali hukum,jauhkan dari hukuman” jelasnya

“Generasi mudah jangan sampai terjerumus dengan pergaulan yang yang bersifat negatif yang bisa membuat hancurnya generasi penerus bangsa” tegasnya

Rustamaji menambahkan setelah pemaparan materi, sesi selanjutnya dilakukan tanya jawab, siswa sangat antusias, banyak yang mengangkat tangan untuk bertanya rasa keingintahuan mereka mengenai Undang-Undang sangatlah besar.

Dalam pelaksanaannya tidak semua siswa ikut,tetapi dibatasi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat karena masik pademi virus covid-19.

Komitmen pelajar dalam mematuhi aturan hukum sejak dini harus diwujudkan melalui sikap dan dikembangkan menjadi kebiasaan. Usai menjadi kebiasaan perlu pula dikapitalisasi menjadi karakter, sampai bertransformasi menjadi tindakan nyata. Sebagaimana yang dikatakan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, “Indonesia itu berbudaya, hukum juga ada kaitan dengan budaya, karena hukum tanpa budaya tidak akan ada hasilnya” pungkasnya (Ang)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top