Liputan Berita Pemberantasan Narkoba ( Polri & BNN )

Waspadai Dampak Tidak Langsung Badai Tropis “Surigae” Kepala BMKG Maluku Tenggara Ingatkan Warga Pesisir

MALUKU TENGGARA – peesbhayangkara.id MALUKU

Sirkulasi Sistem Tekanan Rendah di Utara Papua telah berkembang menjadi Depressi Tropis (TD) dan saat ini telah menjadi Badai Tropis “Surigae” yang bergerak ke arah Barat Laut mendekati wilayah Filipina.

Kepala BMKG Maluku Tenggara ‘Stevi Demni, akui kalau adanya penigkatan kecepatan angin rata-rata di wilayah Utara Sulawesi dan Sekitarnya. Yang mencapai 8 – 20 knot.

Lewat hasil pengamatan Forecaster (peramal cuaca_Red), Elthin Kesaulya (24). Demni menyebutkan, bahwa Awan-awan konfektif yang mengandung hujan masih terbentuk di daerah pertemuan massa udara yaitu di Utara Sulawesi, Maluku Utara dan Utara Papua.

“Hal inilah yang akan berdampak pada tingginya Gelombang kategori sedang di Laut Sulawesi, Perairan Kepulauan Sitaro, Sangihe dan Talaud, juga Laut Maluku dan Pesisir Selatan Sulawesi Utara.,”terang Demni berdasarkan data yang diperoleh dari Forecaster, Kamis (15/04)

Berdasarkan data BMKG melalui Mobile Apps (Ios dan Android). Badai Tropis “Surgie” diprakirakan akan berkembang menjadi Badai Tropis Kuat (STS) dan bahkan Typhoon (TY) pada tanggal (16/04/2021)

Kecepatan angin di utara Sulawesi dan sekitarnya cenderung meningkat secara bertahap hingga puncaknya pada 18 April 2021.

Hujan dengan intensitas Ringan hingga Sedang dan berpotensi Hujan Lebat untuk sepekan kedepan.

Serta Tinggi Gelombang Laut mengalami peningkatan hingga puncaknya pada 18 April 2021.

“ditanggal ‘(18/04) nanti, kami memperkirakan. Bahwa akan terjadi gelombang tinggi, dan itu adalah bagian dari puncaknya,”sebut Demni

Adapun daerah-daerah yang berpotensi langsung dengan Badai Tropis “Surigae’ dan peringatan dini itu, meliputi wilayah Kepulauan Sitaro, Sangihe dan Talaud, serta Laut Maluku bagian Utara.

“disini tidak ada ‘Warning, untuk Wilayah kepulauan Kei, hanya saja masyarakat yang berada dipesisir pantai, salalu kami ingatkan. Agar waspada terhadap ancaman dari badai tersebut,”ucapnya.

“Pesisir yang dapat terjadi pada saat bersamaan dengan fase pasang air laut, yaitu pada pagi hingga siang hari serta menjelang malam hari,”sambungnya

Demni juga menambahkan, bahwa kepada mereka pelaku perjalan yang menggunakan kapal laut, akan selalu waspada. Itu dikarenakan cuaca ini sesekali bisa berubah.

“diwaktu-waktu tertentu secara kasat mata, itu bisa saja terjadi, dan harus diwaspadai,”tutupnya

Publihsed by (Jhon)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top