Liputan Lintas Nasional

Sinergitas Pedagang dan Pengelola untuk Menghilangkan Image Pasar Tradisional Kumuh

SIDOARJO – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Sebagai upaya singkronisasi pedagang pengelola dan pembeli di Pasar Tradisonal melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo menyelenggarakan Pembinaan Pedagang pasar, Senin 12/4 di Sun Hotel Sidoarjo

Dalam laporannya Kepala Disperindag Kabupaten Sidoarjo Drs. EC. Tjarda, MM. mengatakan bahwa pasar tradisional yang ada di kabupaten Sidoarjo yang merupakan pasar yang tumbuh dan berkembang kurang lebih 20 tahun yang lalu sehingga untuk saat ini dibutuhkan perbaikan dari segi sarana dan prasarana, untuk menyingkirkan image kumuh dan kotor pada pasar tradisional apalagi pada masa sekarang ini sudah banyak persaingan dengan pasar-pasar  modern.

“Untuk itu Pemerintah akan berupaya untuk menyingkirkan kesan kumùh dan kotor yang terjadi di pasar tradisional dengan memperbaiki dan menata kembali pasar tradisional karena pasar tradisional merupakan jujugan semua masyarakat, untuk itu dengan merevilitasi pasar dan juga pedagangnya diharapkan akan memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat” tambahnya

Selain membuka secara resmi kegiatan ini  Abah Subandi panggilan akrab wakil Bupati Sidoarjo H. Subandi menyampaikan dengan kegiatan ini  diharapkan bisa untuk merubah pola pikir Pedagang agar ikut memiliki pasar sehingga timbul niat untuk merawat pasar bersama dan meninggalkan pemikiran bahwa pasar hanya dimanfaatkan untuk berjualan saja. Sehingga konsumen/ pembeli percaya dan selanjutnya mampu memberi kepercayaan kepada masyarakat umum tidak lagi memandang pasar dengan image pasar yang jelek, jorok dan becek, mari kita up

Selain itu Abah Subandi juga menambahkan melihat 19 pasar Rakyat yang masih dikelola oleh Pemerintah Daerah ini dengan jumlah pedagang mencapai 14.802 pedagang, maka  dengan alokasi anggaran pembinaan kepada para pedagang pasar bisa memberikan gairah dalam kondisi pandami covid 19 untuk terus berpacu dalam peningkatan ekonomi masyarakat sehingga kedepan akan lebih baik dalam memanfaatan obyek pasar dalam berdagang dengan memanfaatkan fasilitas pasar.
“Dengan adanya pasar tradisional bisa meningkatkan perekonimian masyarakat Sidoarjo untuk itu jangan sampai terlihat kumuh, untuk itu dengan ada pembinaan ini dapat membantu pedagang dalam menjaga dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen disamping itu tak kalah pentingnya bagaimana mengelolah pasar ini menjadi lebih baik yang tidak bisa lepas dari peran serta pemerintah untuk membangun menejemen yang baik, karena sistem tata kelola yang baik dapat menimbulkan hal yang lebih baik lagi” katanya

Ketua Komisi B DPRD Kab. Sidoarjo Bambang Pujianto serta Dekan Fakultas Bisnis dan Ekonomi NU Sidoarjo hadir sebagai narasumber pada kegiatan yang menghadirkan pedagang Pasar Larangan, Taman, Krian, Porong, Wadung Asri dan Gedangan. (Sult/yu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top