Kronik polri

Dukun Palsu di Lamongan Tipu Warga Mojokerto

LAMONGAN – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Dukun palsu penggada uang berhasil di ringkus satuan Reskrim Tim Jaka Tingkir Polres Lamongan, pelaku MA (55) warga Dsn/Ds.Girik Kec. Ngimbang Kab. Lamongan mengaku sebagai dukun sakti padahal dia hanya bermodal uang mainan untuk memperdaya korban.

Korban semua berasal dari Mojokerto Laki-Laki, DS (46) warga Dsn. Ngares Wetan Ds. Ngares Kidul Kec. Gedeg, DAN (44) warga
Dsn/Ds. Pucuk Kec. Dawarblandong dan S (46) warga Dsn. Wotgaru Ds. Pucuk Kec Dawarblandong Kab Mojokerto.

Setelah menerima pelimpahan laporan Polisi Polda Jatim kemudian penyidik melakukan serangkaian tindakan penyelidikan, setelah di temukan suatu peristiwa pidana dan barang bukti yang cukup maka Tim Jaka Tingkir mencari keberadaan tersangka MA dan pelaku diamankan di rumahnya tanpa ada perlawanan beserta barang bukti dan pelaku langsung di bawah ke Polres Lamongan guna di lakukan proses penyidikan lebih lanjut.

“Kita amankan uang mainan pecahan seratus ribuan dengan total 3.3 miliyar yang di pesan secara online dari Makasar, modusnya pelaku mengaku mampu menggadakan uang dengan cara memberikan bambu petuk yang asli/alami dan ritual dengan syarat korban terlebih dahulu menyetor uang kepada pelaku”kata Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana S.I.k , Selasa 30/03/2021

AKBP Miko mengatakan korban DS (46) dan BWN (44) yang saat itu tertipu rayuan pelaku akhirnya bersedia datang kerumah pelaku dan memberikan uang, untuk korban DS memberikan uang sebesar Rp 65 juta sedangkan kepada DWN Rp 35 juta, menurut pelaku uang itu digunakan untuk membeli Dupa, Sajen, dan Minyak sebagai perlengkapan dalam proses ritual pengambilan bambu petuk asli namun saat semua terpenuhi dan proses dilalui kemudian pelaku memberikan bambu petuk palsu kepada korban DS dan BWN, kejadian pada bulan Februari 2020.

Lanjut AKBP Miko sementara untuk korban S kejadian pada bulan April 2020 pelaku meminta uang kepada korban sebesar RP 107 juta yang digunakan untuk membeli Candu putih (kemenyan putih) yang akan digunakan untuk proses penggadaan uang yang sebelumnya korban sudah di beritahu pelaku bahaw dikamar pelaku terdapat uang pecahan seratus ribuan yang kurang sempurna sehingga perlu disempurnakan dengan cara ritual. korban S pun menyanggupi untuk biaya penyempurnaan dengan janji pelaku akan memberikan uang yang lebih dari uang yang diberikan korban S ke pelaku, korban dijanjikan pada bulan Juni 2020 memberikan uang hasil penggadaan dan sampai sekarang belum menerima uang dari penggadaan uang.
“pungkas AKBP Miko

Atas perbuatannya pelaku di jerat Pasal 372 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara. (Ang)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top