Kronik polri

Satreskrim Polres Lamongan Tangkap Pelaku Pencabulan

LAMONGAN – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Sungguh tidak terpuji yang dilakukan F (26) Pria asal desa Dadapan Rt03/Rw04 Kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan sebagai Pembina Voli di MA.Ma’arif 4, melakukan pencabulan kepada muridnya sendiri D.I.F (17) pelajar kelas XII MA,perempuan asal Dusun Dadapan Rt01/Rw03 kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.

Kejadian Persetubuhan dan perbuatan Cabul terjadi berkali-kali (lebih dari 10 kali) yang terjadi mulai kejadian pertama pada Bulan Maret 2019 sampai Oktober 2020 di rumah pelaku, pada saat itu korban tidak mengetahui kalau di rekam oleh pelaku dengan menggunakan handphone miliknya, oleh pelaku, rekaman video tersebut di screnshoot dan di sebarkan kepada Guru-guru, Keluarga dan teman-teman korban, dengan kajadian itu mengkibatkan korban hilang keperawanan dan malu terhadap teman-teman nya karna foto tersebut di sebar luaskan di media sosial.

Penangkapan pelaku ‘F berawal dari info dari masyarakat berada di rumah, pada hari Kamis tanggal 28 Januari 2021,Pukul 15.30 Wib petugas Satreskrim Polres Lamongan melakukan penangkapan ke terduga pelaku tindakan persetubuhan dan Cabul serta menyebarkan foto asusila di media sosial,penangkapan di rumah pelaku yang beralamat Desa Dadapan Rt03/Rw04 kecamatan Solokuro, Kabupaten Lamongan.

Modus pelaku menyuruh korban untuk datang kerumahnya dan dijanjikan akan di belikan ice cream dan di ajak makan-makan, pada saat korban ke rumahnya, pelaku meranyu korban untuk melakukan hubungan badan dan bila terjadi apa-apa atau hamil pelaku bersedia bertanggung jawab,kejadian di lakukan di rumah korban sekitar 10 kali.

Kapolres Lamongan AKBP Miko Indrayana mengatakan dalam keterangan pers di Polres Lamongan Rabu (10/2/2021)menjelaskan “pelaku F(26) mengakui perbuatannya Cabul pada korban dan di lakukan lebih dari satu kali,pelaku di kenakan tiga Pasal yaitu (1)Pasal 81 dan 82 UU Nomer.35 tahun 2004 tentang perlindungan anak, (2)Pasal 45 UU Nomer 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi eletronik, dan ke (3)Pasal 29 UU Nomer 44 tahun 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman hukuma 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

Beberpa saksi sudah di mintai keterangan, dan barang bukti sudah di amankan Satreskrim Polres Lamongan, seperti Jaket sweather hitam, sarung motif batik warna merah hitam, celana dalam, Bh, kaos dalam, Handphone Samsung galaxi J3 pro.sementara hasil Visum Et Repertum korban menunjukan Ucterus dalam keadaan normal dan terdapat luka robek pada selaput darah. (anang)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top