Kronik polri

Kapolres Mojokerto Terima Pengahargaan dari KPAI, Dedikasi Penanganan Kasus Perempuan dan Anak dengan Baik

MOJOKERTO – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Adanya peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi skala prioritas dan atensi tinggi oleh Polres Mojokerto, tidak hanya melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan, upaya lain dengan penanganan yang profesional dan proporsonal dilakukan oleh Polres Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander bersama dengan Kasat Reskrim AKP Rifaldi dan Kanit PPA IPDA Dwi Ari, menerima penghargaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia, di Gedung Rupatama Polres Bojonegoro Gedung Rupatama Polres Bojonegoro Jalan HM Thamrin No 46 Klangon Kabupaten Bojonegoro, hari ini Senin, 08/2/2021.

Tidak hanya Polres Mojokerto, penghargaan dari KPAI,piagam juga diberikan kepada Kapolres Bojonegoro, Kapolres Kediri,dan Dandim 0801 Pacitan atas dedikasi penanganan kasus perempuan dan anak dengan baik.

Sekjen Komisi Nasional PA Dhanang Sasongko S.Psi dalam sambutannya, mengatakan tugas Komnas PA adalah memantau, melindungi terhadap perempuan dan anak serta mendata kasus perlindungan anak.

Selain silaturahmi, membangun sinergitas dan koordinasi serta menekan tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak, pemberian penghargaan kepada Kapolres dan Dandim adalah atas penilaian memiliki dedikasi tinggi dalam melindungi, menangani kasus Perempuan dan anak dengan baik.

Ditempat yang sama Ketua Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak /Ketua Investigasi Kinerja PPA Polri Jeny Claudya Lumowa mengatakan,penghargaan Komisi Perlindungan Anak Indonesia diberikan atas kinerja PPA berdasarkan data tim investigasi serta berdasarkan seleksi yang ketat sehingga di Jawa Timur yang mendapatkan penghargaan adalah 3 Kapolres dan 1 Dandim.

Kapolres mengatakan masih banyaknya fenomena kekerasan terhadap anak menjadikan Komnas Perlindungan anak sebagai salah satu lembaga positif dalam menyelamatkan generasi bangsa, harapannya penghargaan ini sebagai peningkatan motifasi dan kinerja kedepan menjadi lebih baik dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak serta terrjalinnya hubungan koordinasi, komunikasi dan kolaborasi yang baik dapat menyelamatkan anak dan menciptakan generasi yang baik. (sult/hms)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top