Liputan Sosial Masyarakat

Sengketa Berbuntut Saling Klaim Tanah Warisan, 2 Kelompok Warga Desa Mastur Tempuh Jalur Kekeluargaan

MALUKU TENGGARA – persbhayangkara.id MALUKU

Saling klem Tanah Warisan yang berbuntut dilakukanya mediasi antara dua kelompok di Desa Mastur Lama, Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara, dilakukan pada Sabtu kemaren, (30/01)

Tanah yang sedianya sudah dibangun 1 Sekolah Menengah Kejuruan ini, (SMK Teknologi Azzahra_Red) harus menerima kenyataanya, untuk tidak lagi beraktifitas sebagaimana mestinya

Hal tersebut, dikarenakan harus berurusan dengan pemilik tanah yang melakukan klem dan memasang Sasi, disekitar wilayah sekolah yang bersengketa itu.

Dari hasil pantauan Media ini, adapun pertemuan yang dilakukan di Rumah Kepala Ohoi/Desa merupakan Inisiatif langsung, yang datang dari Kepala Desa itu sendiri

“pertemuan ini murni bukan penyelesaian adat, ini adalah bentuk dan kepedulian kami, sebagai perangkat untuk memediasi kedua belah pihak, jadi ini hanyalah pertemuan keluarga seperti biasanya,”kata kepala Desa Mastur lama,`Ahmad Insya Matdoan usai dilakukan mediasi tersebut.

Ahmad juga menayampaikan, persoalan ini sudah berjalan 2 bulan lamanya, dan dirinya telah melakukan negoisasi kepada pihak yang bersengketa, tapi hingga kini tidak ada titik terang yang dicapai.

“kita juga telah bermediasi sampai pihak Kepolisian, dan kalau saya tidak salah, ini sudah 3 kalinya, juga di kantor Camat, bahkan juga, sempat menghubungi Raja Danar, tapi karna beliau hingga kini belum mempunyai cukup waktu,”ujarnya

Kepo (Kepal Ohoi/Desa) juga membenarkan, bahwa persoalan sengketa ini, berada di wilayah kerjanya jadi, sudah selayaknya beliau mempunyai tugas untuk bisa menyelesaikannya.

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SMK Teknologi Azzara,`Ali Hanafi Reliubun, yang ditemui di kala itu menyampaika, permintaan maafnya, yang sebesar-besarnya kepada seluruh keluarga besar dan semua orang yang merasa dirugikan dengan persoalan ini.

“tujuanya Islah, tidak ada satupun manusia yang sanggup memutuskan hubungan persaudaraan, dan kalau dalam satu sisi saya salah, saya minta maaf,”ungkap`Hanafi, saat diwawancarai Persbhayangkara.id, dilokasi

Terkait dengan proses blajar-mengajar di sekolah, Hanafi” menjelaskan,”proses blajar-mengajar, kita akan mencari lokasi baru, dan saya juga telah melakukan pendekatan dengan beberapa sekolah, untuk bisa menggunakan ruang kelasnya sementara waktu dan sambil menunggu penyelesaian,,”sesalnya

Lanjut `Hanafi,” mengenai stegmen saya baru-baru ini disalah satu media, saya juga sudah meminta maaf secara langsung kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan,”ujarnya.

Berbeda dengan yang disampaikan salah satu keluarga yang merasa dirugikan,`Boy Reliubun di tempat yang sama, kepada media ini,”sangat menyesalkan tindakn dari Oknum Kepala Sekolah yang telah melakukan pembohongan publik,”ucap Boy, yang juga merupakan pihak pertama dalam sengketa yang dimaksudkan (yang melakukan Sasi_Red)

Boy, juga menyebutkan pertemuan yang dimediasi Kepo Mastur ini, terkait dengan pemasangan Sasi yang dilakukan dia bersama keluarga

“pertemuan ini, adalah pertemuan kekeluargaan, akan tetapi kami atas nama pihak keluarga tidak akan melakukan pencabutan Sasi, sampai persoalan ini, benar-benar terselesaikan,”pungkasnya

Sedianya pertemuan yang dilakukan di Desa Mastur itu, dihari oleh kedua belah pihak, juga dari pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Kei Kecil Timur.

Selama pertemuan berlangsung, situasi aman, lancar dan tertib, walaupun tidak ada kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan dimaksud.

Publish by : (JMP)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top