Kronik polri

Polres Sumedang Luncurkan Inovasi Baru dengan Membentuk Tim Tracing

SUMEDANG – persbhayangkara.id JAWA BARAT

Kapolres sumedang, menuturkan jalan kita tahu kita tahu, Covid-19 masih menjadi ancaman nyata dan benar ada di sekeliling kita semua. berbagai metode penanganan penanganan Covid-19 telah digariskan oleh WHO dan diuraikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk melawan laju pertambahan kasus konfirmasi penyakit ini.

Salah satu yang menjadi metode baku dalam menghadapi penyakit ini adalah dengan Metode 3 T yaitu Testing, Tracing dan Treatment.

Testing, seperti pcr atau metode testing lain: mengetes orang-orang yang tak terduga mengidap covid-19.

Tracing atau in the case case: melacak orang-orang yang berkontak erat dengan orang-orang yang diduga mengidap COVID-19 tersebut.
treatment: perawatan, termasuk isolasi mereka yang kontak erat dengan orang positif sampai terbukti tidak mengidap Covid-19, serta merawat orang yang positif agar tidak menular ke orang lain.

Ketiga aspek tersebut harus dilihat sebagai kesatuan yang saling dapat. 3T saling menilai, akan percuma salah satu aspeknya lemah.
Menguji PCR massal di Indonesia masih sulit, salah satunya karena jumlah penduduk yang besar.

Jumlah pengujian kumulatif Indonesia sudah menyamai Singapura dan Filipina per Juni 2020 (di kisaran 400 ribu pengujian). Namun berdasarkan angka pengujian per 1.000 penduduk, Filipina lebih besar 2.5x lipat dan Singapura 50x lipat dibanding Indonesia. Akan sangat sulit dan mahal untuk mengejar metrik pengujian negara-negara ASEAN lain, apalagi jika dibandingkan kemampuan pengujian negara-negara maju.

Selain itu, misinterpretasi data COVID-19 bisa menimbulkan kesalahpahaman. Angka positif harian dan positif kumulatif tidak memberi gambaran utuh tanpa jumlah pengujian dan angka positif.

Dari sisi pengujian, Bappenas mensyaratkan rate positif di bawah 5% dan jumlah spesimen yang digunakan untuk pengujian meningkat selama 2 minggu.

Dari data yang kami dapatkan, sulit menyimpulkan apakah ada daerah yang memenuhi syarat ini karena sebagian belum membuka pengujian data dan berapa angka positif negatifnya kepada publik.

Karena kasus harian positif sampai saat ini masih sangat berpengaruh pada kapasitas pengujian dan masa tunggu untuk hasil pengujian keluar,
Karena kapasitas pengujian yang belum memadai di Indonesia, maka fungsi penelusuran dari metode 3T di atas menjadi sangat penting untuk Indonesia.

Untuk tiap kasus positif, lacak semua kontaknya selama 14 hari terakhir dan kesalahan mereka dikarantina di rumah atau di fasilitas karantina, dengan prosedur yang benar – bukan sekedar diam di rumah tapi masih anggota keluarga.

Tracing dan karantina yang agresif terbukti efektif di Vietnam dan Thailand.

Mereka mampu menekan kasus kasus positif dan tidak terlalu membebani fasilitas medisnya tanpa perlu melakukan pengujian massal seagresif Korea Selatan, Inggris, dan Amerika Serikat. Malah, tanpa pelacakan dan isolasi yang kuat, pengujian yang menyusup (seperti Amerika Serikat dan Inggris) pun tidak dapat menahan laju penyebaran.

Konsekuensinya terlihat di Wuhan, Inggris, kota New York, dan Italia, dimana kapasitas perawatan harus ditambah secara masif dan tingkat kematian kasus (CFR) tinggi, pun masih harus melakukan intervensi non-medis yang drastis, seperti kerja di rumah, PSBB, larangan bepergian , bahkan kuncian.

Berdasarkan pemikiran tersebut diatas maka polres sumedang mebentuk tim tracing covid-19 Polres sumedang sebagai upaya pencegahan penularan covid-19 khususnya pada internal personel polres sumedang, dan keluarganya serta lingkungan warga sekitarnya.

Jalur kontak yang kita ketahui bersama sudah ada personel polres sumedang yang terkonfirmasi positif covid 19. berdasarkan data ini maka tim tracing akan melalui kontak erat yang dilakukan personel yang terpapar covid 19 tersebut kepada keluarga, rekan kerja atau warga sekitarnya.

Dari hasil penelusuran ini kemudian ditemukan kasus konfirmasi positif baru maka tim pelacakan polres sumedang akan mengkordinasikannya dengan dinas kesehatan kabupaten sumedang untuk dilakukan pengobatan pengobatan dan karantina atau isolasi. tim tracing covid-19 ,.

Polres sumedang ini nantinya juga akan berkeliling ke polsek-polsek di jajaran polres sumedang yang berbatasan dengan daerah zona merah pendemi COVID 19, untuk mengecek kondisi kesehatan personel sehingga diharapkan mampu mencegah penyebaran Covid 19 yang lebih masif.

tim ini harus memiliki program kerja yang tersusun sesuai dengan panduan Kementerian Kesehatan terkait dengan metode penelusuran di Internal Polres Sumedang. Tim Tracing Covid 19 Polres Sumedang ini tentunya akan bekerja di bawah koordinasi gugus tugas Covid 19 Kabupaten Sumedang, sehingga sangat terbuka gugus tugas covid 19 untuk berkolaborasi dengan Tim Tracing Covid 19 Polres Sumedang ini nantinya.

Kepada seluruh personel Polres Sumedang saya perintahkan untuk melaksanakan semua arahan dan petunjuk dari Tim Tracing Covid 19 Polres Sumedang ini termasuk jika ada perintah untuk melaksanakan swab, karantina atau isolasi yang semuanya dilakukan untuk melaksanakan kita bersama. Tim dalam pelaksanaannya ini juga akan di dampingi personel Sie Propam untuk melakukan pengawasannya.

Syukur Alhamdulillah, Polres Sumedang memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki Polres lainnya di Jawa Barat, yakni kita mendapatkan sumbangan peralatan Swab anti Gen sebanyak 1500 unit dari salah satu Lembaga Negara. Selain itu Polres Sumedang juga menerima bantuan APD sebanyak 100 unit.

Perlengkapan perlengkapan inilah yang akan menjadi senjata utama Tim Tracing Covid 19 Polres Sumedang dalam menjalankan tugasnya. Kami menghaturkan ucapan terima kasih dan penghargaan yang tertinggi pada Lembaga negara dan PMI yang telah menyumbangkan Kit Swab anti Gen kepada Polres Sumedang serta perlengkapan APD. Silahkan pergunakan Kit Swab anti Gen tersebut sangat besar bagi Kesehatan dan kemanfaatan anggota Polres Sumedang dan keluarganya.

Pada kesempatan ini pula, tidak bosan bosannya saya sampaikan betapa pentingnya protokol kesehatan, yaitu menggunakan masker, menjauhi kerumunan, menunjukkan tangan dengan sabun dan air menjaga jarak dan membatasi keluar rumah hanya untuk urusan yang benar-benar perlu saja.

Jangan lupa pula untuk selalu melakukan pola hidup sehat dengan rajin berolahraga dan mengkonsumsi vitamin serta makanan yang bergizi seimbang. sambil seraya berdoa agar pendemi ini segera berakhir dan diangkat dari bumi Indonesia. Deded. Skr

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top