Kronik polri

Satresnarkoba Polres Mojokerto Ringkus 25 Pengedar Narkoba

MOJOKERTO – persbhayangkara.id JAWA TIMUR

Kapolres Mojokerto AKBP Doni Alexander dengan didampingi jajaran Satresnarkoba Polres Mojokerto Kabupaten,juga Kasubag Humas Polres Mojokerto Iptu Tri Hidayati,saat giat konferensi pers pengungkapan keberhasilan jajaran Satresnarkoba membekuk 25 tersangka pengedar barang haram/narkoba,juga ada tersangka pil double L di wilayah hukum Polres Mojokerto Kabupaten Mojokerto.Sesuai 12 surat laporan kepolisian,juga 5 surat laporan Polsek Jajaran dan 17 surat laporan kepolisian,terhitung tanggal 1 hingga tanggal 27/01/2021.

“Sebanyak 25 orang tersangka,laki laki,dari luar daerah dan Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto, dengan total barang bukti 31 ribu pil double L/pil koplo,dan barang bukti sabu sabu yang siap edar 49.31 gram yang diamankan petugas Polisi Polres Mojokerto.

Kapolres Mojokerto AKBP Doni Alexander SH MH S.i.K memaparkan saat memimpin konferensi pers, hari Rabu tanggal 27/01/2021 dimulai jam pukul 13.00 wib,dalam pers rilis kali ini ada kasus yang menonjol berupa pelaku pengedar narkoba dibarengi dengan kasus pencucian uang dalam bertransaksi jual beli barang haram,pelaku warga masyarakat Kecamatan Dlanggu Kabupaten Mojokerto.

Saat ini wilayah Kabupaten Mojokerto sudah mulai dirasuki dan disusupi barang haram jenis pil double L beserta narkoba jenis sabu sabu, Kapolres Mojokerto menghimbau kepada seluruh warga masyarakat se-kabupaten Mojokerto agar senantiasa berhati hati dan waspada dengan seseorang yang menawarkan obat atau pelaku pengedar narkoba.

Masih lanjut Doni,bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto jangan segan segan untuk berkomunikasi/berkoordinasi dengan pihak berwajib yaitu Polres Mojokerto apabila menemukan dan mendapat info barangkali bertemu tindak kriminal jual beli barang haram narkoba atau pil double L/pil koplo, pungkasnya .

Modus operandi pelaku inisial W.E diduga sebagai Guru Madrasah atau Tsanawiyah,pengguna dan pengedar pil koplo juga sabu sabu, dimasukkan ke dalam lubang benang layang layang agar supaya tidak diketahui petugas Polisi,itu ia lakukan selama kurang lebih 5 tahun demi mencari nafkah/ekonomi, celetuknya.

Dan pelaku lagi yang diduga anggota Dishub Kabupaten Mojokerto,ia melakukan jual beli jenis pil double L kepada seluruh warga masyarakat di Kabupaten Mojokerto menjajakannya apabila ada orang yang membeli,ia beralasan karena terlilit kurangnya ekonomi,ucapnya.

Sementara Kapolres Mojokerto AKBP Doni Alexander SH menjelaskan saat pers rilis di Mako Resta Mojokerto,untuk saat ini sebanyak 25 orang tersangka masuk penjara,akan di kenakan Pasal 114,Pasal 112 UU RI no 35 KUHP tentang physico tropika, ancaman hukuman penjara 15 tahun bui,pungkas Kapolres. (Sulton)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top