Liputan Seputar Kriminal

Keributan di Pasar Sentral Bintuni, Diduga Terpicu Dendam Lama

BINTUNI – persbhayangkara.id PAPUA BARAT

Pada hari rabu tanggal 13/01/2021 jam pukul 18.30 Wit bertempat di Pasar Sentral Bintuni telah terjadi Keributan yang dilakukan oleh Masyarakat Kompleks Tahiti,mengakibatkan terjadinya Pemukulan Terhadap Korban yang merupakan Masyarakat Kompleks Tisay.

Dalam tragedi tersebut inisial identitas Korban dan saksi,korban Karsididin Nawarisa Alamat Kompleks Tisay,dan saksinya Abd Latif Kaitam, umur 33 Tahun, Alamat Kompleks Tahiti.

Awal mula kronologis kejadiannya,kala itu Korban dalam pengaruh minuman Keras melihat Saksi sedang berjalan di lorong pasar Sentral Bintuni,dan Korban dengan membawa Senjata Tajam berupa Parang langsung menghampiri saksi dan melakukan Pemotongan terhadap saksi,namun Saksi dapat menghindari, ia melarikan diri menuju Kompleks Tahiti memberitahukan kejadian tersebut kepada Keluarga Saksi.

Mendengar Kejadian di alami Saksi,Keluarga Saksi tidak menerima Kejadian yang dialami Saksi sehingga Keluarga Saksi dan Masyarakat Kompleks Tahiti yang berjumlah Kurang lebih 40 Orang dengan membawa Alat tajam berupa Parang, Tombak dan Kayu Menuju Pasar Sentral Bintuni untuk mencari Korban.

Saat di depan Pasar Sentral Bintuni,massa yang merupakan keluarga saksi dan Masyarakat Kompleks Tahiti mendapati Korban dan Melakukan Pemukulan terhadap Korban dan langsung dilerai oleh Anggota Patmor Polres Teluk Bintuni.

Walaupun di lerai oleh Anggota Patmor Polres Teluk Bintuni Massa terus melakukan pemukulan terhadap Korban Sehingga Anggota Patmor melakukan Tembakan Peringatan ke Udara sebanyak 1 kali sehingga massa mulai menghentikan Pemukulan.

Tepat jam pukul 19.00 Wit Anggota Polsek Kota Bintuni tiba di TKP dan menenangkan massa dan langsung membawa Korban ke RSUD Bintuni untuk dilakukan perawatan,serta Anggota Piket Mapolres Teluk Bintuni dibawah Pimpinan Pawas Ipda Alimudin mendatangi Kompleks Tahiti dan mulai menenangkan massa dan memanggil para saksi untuk di mintai keterangan lebih lanjut di Polsek Kota Bintuni.

Perihal lain,pantauan tim awak media persbhayangkara,keributan di Pasar Sentral Bintuni merupakan permasalahan lama ,antara Karsidin N, dan masyarakat Kompleks Tahiti sampai saat ini belum ada penyelesaian masalah,hingga sampai saat ini kedua belah pihak,masyarakat Kompleks Tisay yang merupakan Tempat Tinggal Karsidin N, dan Masyarakat Kompleks Tahiti saling mengantisipasi satu sama lain.

Awal masalah terjadi sekitar Tanggal 23/12/20 yaitu terjadi Pemukulan terhadap Masyarakat Kompleks Tisay yang dilakukan oleh Masyarakat Kompleks Tahiti yang di Karenakan Masyarakat Kompleks Tahiti tidak menerima kalau Perempuan di Kompleks Tahiti di ganggu oleh Masyarakat Kompleks Tisay.

Kejadian Keributan di pasar Sentral Bintuni tersebut Salah satu masaa dari Kompleks Tahiti atas nama Fadli Fimbay mengaku telah ditembak dengan menggunakan Senapan Angin di betis sebelah kanan sehingga membuat massa Kompleks Tahiti semakin marah,dan setelah dilakukan pengecekan terhadap Fadli Fimbay luka tersebut bukan berasal dari senapan Angin melainkan merupakan luka akibat tertusuk sebuah benda.

Walaupun Korban dan Saksi merupakan keluarga, tidak menutup kemungkinan akan adanya aksi balas dendam yang dilakukan keluarga Nawarisa ataupun Massa Kompleks Tisay yang tidak menerima dengan adanya Pemukulan yang di alami oleh Karsidin Nawarisa,dari awak media menyampaikan. (Hamdi Fahmi SAB)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top