Kronik polri

Di Tana Toraja Pelanggar Prokes Akan Dipidana

TANA TORAJA – persbhayangkara.id SULAWESI SELATAN

Guna menerapkan protokol kesehatan terhadap warga di Kabupaten Tana Toraja, dengan demikian Bupati Tana Toraja bersama Polres Tana Toraja mengeluarkan himbauan pada Minggu (10/1/2021), dengan menerapkan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM)

Berikut isi himbauan Polres Tana Toraja

  1. Agar Masyarakat Tana Toraja untuk tetap Patuh dan Disiplin pada Protokol Kesehatan dengan menerapkan 5 M, yaitu
  2. – Memakai Masker
  3. – Mencuci tangan
  4. – Menjaga Jarak
  5. – Menghindari Kerumunan, dan
  6. – Membatasi Mobilitas
  7. Agar Masyarakat untuk tidak melaksanakan kegiatan-kegiatan yang mengundang banyak orang, terutama pesta pernikahan, dan pesta adat kematian yang akan mengumpulkan banyak orang.

“Jika himbauan diatas tidak dilaksanakan atau dilanggar, maka Polres Tana Toraja tidak segan-segan untuk menindak tegas dan menerapkan sebagai tindak pidana,” tegas Kapolres Tana Toraja, AKBP. Sarly Sollu.

Disebutkan dalam ketentuan hukum nya terdapat pada bebearap pasal diantaranya

  1. Pasal 93 UU RI No. 16 Thn 2018 Tentang Karantina Kesehatan
  2. 2. Pasal 212 KUHP
  3. 3. Pasal 216 KUHP
  4. 4. Pasal 218 KUHP

Menurut Kapolres Tana Toraja AKBP. Sarly Sollu dalam rilisnya, Senin (11/1/2021), mengungkapkan bahwa keselamatan rakyat merupakan hukum yang tertinggi.

“Keberhasilan dalam menekan penyebaran covid -19 terletak pada kesadaran disiplin masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan 5 M. Dalam mendisiplinkan masyarakat agar patuh pada prokes 5 M. Kami polres akan menindak tegas kepada mereka yang melanggar himbauan ini,” tegas dia.

Perlu diketahui kata Kapolres terdapat pada pasal 93 UU RI No. 16 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan itu mengatur, setiap orang yang tidak mematuhi dan / atau menghalang – halangi penyelenggaraan jekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan kesehatan Masyarakat di pidana paling lama satu tahun dan / atau denda maksimal Rp. 100 juta.

“Adapun pasal 212 KUHP mengatur, barang siapa dengan kekerasan atau ancaman kekerasan melawan seorang pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban undang undang atau atas permintaan pejabat memberi pertolongan kepadanya, diancam karena melawan pejabat, dengan pidana penjara paling lama 1 tahun 4 bulan, atau pidana denda Rp. 4500,” tegasnya lagi.

Kemudian lanjutnya, pada pasal 216 ayat (1) KUHP menyebutkan, barang siapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana

Demikian pula sambungnya barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama 4 bulan 2 Minggu atau pidana denda paling banyak Rp 9000.

Sementara pasal 218 KUHP menyatakan, barangsiapa pada waktu rakyat datang berkerumun dengan sengaja tidak segera pergi setelah diperintah 3 kali oleh atau atas nama penguasa yang berwenang, diancam karena ikut serta perkelompokan dengan pidana penjara 4 Bulan 2 Minggu atau pidana denda paling banyak Rp 9000.

“Perlu pula di ketahui, saat ini telah terjadi peningkatan warga Tana Toraja yang terkonfirmasi positif Covid -19, sementara RS. Lakipadada yang menjadi rumah sakit rujukan penanganan covid 19 telah penuh dengan pasien covid -19,” ungkap Kapolres.

Perwira dua bunga melati dipundaknya ini menambahkan bahwa dalam kurun waktu 2 hari berturut turut, tim mobile Covid -19 Polres Tana Toraja telah melakukan pemakaman 3 pasien covid.

“Kami prihatin dengan kondisi ini, untuk itu kami menghimbau segenap masyarakat Tana Toraja untuk mematuhi Prokes 5 M. Nah hanya kesadaran Masyarakatlah yang mampu memutus mata rantai penyebaran covid -19, Patuhi Protokol Kesehatan, Batasi aktifitas diluar rumah, hindari dan jangan membuat kerumunan banyak orang, karena kerumunan banyak orang sangat berpotensi menyebarkan Covid -19 secara Massal,” imbau Sarly Sollu.

Terpisah Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan yang dikonfirmasi juga menyampaikan perihal yang sama. Bahkan, berpesan agar masyarakat khususnya di wilayah Sulsel mengedepankan protokol kesehatan.

“Kepada masyarakat Sulsel dalam rangka pencegahan Covid-19, untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak dan tetap menggunakan masker saat berada di luar rumah,, menjaga jarak dari keramaian, mencuci tangan,” pesan Kabid Humas. (Andi Akbar Raja

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

To Top